MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | Lampung Barat – Manajemen proyek menjadi salah satu kunci keberhasilan pekerjan konstruksi. Buruknya manajemen tentu akan berpengaruh kepada efisiensi dan efektivitas suatu pekerjaan.

Seperti dijumpai pada proyek embung Desa mekar jaya kecamatan gedung Surian diduga minim pengawasan dari pihak terkait. Pantauan media ini di lokasi pekerjaan,sinin(18/12/23) tak satupun pengelola atau pengawas pekerjaan ditemukan di lokasi. Hanya menemukan buruh pekerjaan dan satu kepala tukang.

Direksi Keet tempat papan proyek ditempelkan namun tak ditemukan denah atau gambar kerja.
Diketahui pekerjaan pembangunan embung Desa mekar jaya ini bersunber dari dana APBD-P TA 2023 .Bernomor kontrak 600.1.4.3 /78 /10.3 .01.02,06/spk APBD-P /V /04 /X/2023. dengan nilai kontrak sebesar Rp.638,287.424.76.

Kecurigaan campurannya tidak maksimal hingga awak media pun mencoba mengambil sample campuran yang nampak terkupas pasangan batunya, campuran tersebut lalu diremas dan nampak seperti pasir biasa mudah hancur sebab minimnya pengawasan hingga diduga berdampak pada kualitas bangunan embung
Pada hal masyarakat hanya menginginkan agar pekerjaan ini benar – benar sesuai dengan kelayakan, tidak asal – asalan
Melihat permasalahan itu Bambang Irawan selaku pimpinan redaksi media esensi jurnalis angkat bicara dan akan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk datang ke lokasi. Dengan melakukan pemeriksaan langsung proyek Embung tersebut.
Baik itu dari Kejaksaan Tinggi Kejaksaan Negeri maupun aparat kepolisian. Jangan sampai terkesan ada pembiaran, sehingga menimbulkan pertanyaan publik.
Harapan kami dari tim media kepada aparat penegak hukum yang ada kaitannya dengan proyek tersebut dapat turun ke lokasi harap diperiksa. Begitu Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri dan aparat kepolisian. Kalau dibiarkan dan tidak ada tindakan apa-apa berarti ada indikasi yang tidak beres. Istilahnya ada pembiaran, proyek Ratusan juta rupiah tapi tidak ada manfaatnya,” tegas nya.
(Raidison naga / Tim / Red )









