Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsSumatera Barat

Investigasi khusus, Jejak Gelap Guru Honorer Firman Hidayat: Dari Ruang Kelas ke Buron Polisi

×

Investigasi khusus, Jejak Gelap Guru Honorer Firman Hidayat: Dari Ruang Kelas ke Buron Polisi

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PARIAMAN (SUMBAR) — Sosok Firman Hidayat (45), seorang guru honorer yang dikenal ramah di lingkungan sekolahnya, kini menjadi buronan Polres Pariaman. Di balik profesinya sebagai pendidik, Firman diduga kuat terlibat dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, kasus yang kini mengguncang dunia pendidikan di Kota Pariaman.

Kronologi Kasus: Laporan yang Membuka Tabir

Kasus ini bermula pada awal Oktober 2025, ketika seorang orang tua melaporkan perilaku mencurigakan Firman kepada Unit PPA Satreskrim Polres Pariaman. Laporan itu menyebutkan bahwa anak mereka, siswi SMP berusia 14 tahun, menunjukkan perubahan sikap drastis—menjadi pendiam, sering menangis, dan enggan ke sekolah.

Setelah didampingi pihak keluarga dan konselor, korban akhirnya mengungkapkan bahwa ia telah menjadi korban perbuatan tidak senonoh oleh gurunya sendiri. Tindakan itu diduga dilakukan di lingkungan sekolah saat jam pelajaran tambahan.

“Korban sempat takut bicara karena pelaku mengancam akan memberikan nilai buruk dan menyebarkan aibnya,” ujar salah satu penyidik yang enggan disebut namanya.

Dugaan Modus: Manipulasi dan Ancaman Halus

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga Firman menggunakan kedekatan emosional dan posisi otoritasnya sebagai guru untuk memanipulasi korban. Ia kerap memberi perhatian berlebihan, memuji korban di depan teman-temannya, dan menawarkan bantuan belajar di luar jam sekolah.

Ketika korban mulai merasa tidak nyaman, pelaku diduga melakukan ancaman terselubung agar korban diam. Modus seperti ini dikenal sebagai “grooming” — upaya pelaku untuk menanam kepercayaan korban sebelum melakukan tindakan cabul.

Pelarian dan Status DPO

Setelah laporan resmi masuk dan penyidik mengirimkan surat pemanggilan, Firman tak pernah hadir memenuhi panggilan pertama maupun kedua. Saat tim kepolisian mendatangi rumahnya di Desa Cubadak Air Selatan, Firman sudah tidak berada di tempat.

Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaannya. Namun, beberapa saksi menyebut Firman sempat terlihat di wilayah Desa Santok, Kecamatan Pariaman Timur, sebelum menghilang.

Akhirnya, pada 28 Oktober 2025, Polres Pariaman menetapkan Firman Hidayat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan surat resmi bernomor DPO/59/X/2025/Satreskrim, yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim Iptu Rio Ramadhani atas nama Kapolres Pariaman.

Profil dan Ciri-ciri DPO

Dalam dokumen resmi, Firman digambarkan sebagai pria berkulit sawo matang, berambut keriting, bertubuh berisi, dan memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter. Ia diketahui berprofesi sebagai guru honorer dan berdomisili di dua alamat berbeda.

Beberapa rekannya di sekolah mengaku terkejut. “Kami tidak menyangka. Di sekolah, dia dikenal pendiam dan tidak banyak bicara,” kata salah seorang guru senior.

Dampak dan Reaksi Masyarakat

Kasus ini menimbulkan gelombang keprihatinan di kalangan pendidik dan masyarakat Pariaman. Aktivis perlindungan anak menilai kasus ini menjadi bukti lemahnya sistem pengawasan di lingkungan pendidikan.

“Guru adalah figur yang sangat dipercaya. Ketika kepercayaan itu disalahgunakan, dampaknya bukan hanya pada korban, tapi juga pada sistem pendidikan itu sendiri,” ujar seorang aktivis lokal dari Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Barat.

Langkah Polisi dan Peringatan untuk Publik

Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, memastikan pihaknya terus melakukan pengejaran. “Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah polres di Sumatera Barat dan mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat tersangka. Identitas pelapor dijamin aman,” tegasnya.

Polisi juga mendalami kemungkinan ada korban lain yang belum berani melapor, mengingat modus pelaku dilakukan dengan pendekatan personal yang rapi dan terencana.


Penutup: Dari Guru ke Buronan

Kasus Firman Hidayat menjadi cermin gelap dunia pendidikan—bahwa predator bisa saja bersembunyi di balik seragam guru.
Tim investigasi masih terus menelusuri jejak pelarian Firman, mencari tahu bagaimana seorang guru yang dipercaya mendidik generasi muda kini menjadi sosok yang paling dicari di Pariaman.

(Ferdi/Kabiro Padang/Tim)

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan