MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | DEPOK (JAWA BARAT) — Keributan antara pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung terjadi di kawasan Gang Jati, Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok, pada Minggu (11/1/2026). Insiden ini berlangsung saat warga setempat mengadakan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola.

Kericuhan tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga. Sejumlah kaca jendela pecah akibat lemparan batu, sementara seorang warga dilaporkan mengalami luka gores akibat benda tajam dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Sawangan.
Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh perayaan warga yang menyalakan kembang api setelah Persib Bandung unggul dalam pertandingan. Suara petasan dari lingkungan permukiman tersebut memicu reaksi dari kelompok pendukung Persija.

Sebelumnya, sekitar 50 orang suporter Persija atau The Jakmania diketahui menggelar nobar di Cafe Teras Singgah yang berlokasi di Jalan Jati. Mendengar suara petasan, sejumlah perwakilan suporter sempat mendatangi lokasi dan dilakukan mediasi oleh tokoh masyarakat serta Ketua RW, sehingga situasi sempat mereda.
Namun, ketegangan kembali meningkat sekitar 20 menit kemudian. Sekitar 100 orang pendukung Persija mendatangi wilayah RT 4 RW 1. Terjadi aksi saling lempar antara kedua pihak, di mana warga menyalakan kembang api ke arah massa, yang kemudian dibalas dengan lemparan batu ke rumah-rumah warga. Keributan tersebut berlangsung selama kurang lebih 15 menit.
Peristiwa bentrokan ini sempat diabadikan oleh warga yang melintas menggunakan mobil dan secara kebetulan merekam momen kejadian tersebut. Rekaman video tersebut kemudian diunggah dan dipublikasikan melalui kanal YouTube Rana Film Tim Jaguar Polres Depok.
Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memisahkan kedua belah pihak. Polisi juga mengevakuasi korban luka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Meski kondisi telah kembali kondusif, pihak kepolisian tetap melakukan penjagaan hingga malam hari. Kompol Fauzan mengimbau seluruh elemen masyarakat dan suporter agar menahan emosi dan menjaga ketertiban. Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu, bukan pemicu konflik.
(Badru Salam Kabiro Jakarta Selatan)









