MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BEKASI (JAWA BARAT) — Intensitas hujan yang tinggi disertai luapan air sungai kembali merendam wilayah Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Salah satu titik terparah terjadi di Desa Pantai Harapan Jaya, di mana akses utama jalan di depan kantor desa lumpuh total akibat genangan air.
Aris Jamaludin, warga setempat, menyampaikan bahwa sejak Sabtu (17/1/2026) ketinggian air yang menggenangi jalan utama mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, sehingga aktivitas masyarakat terganggu secara signifikan.
“Sejak beberapa hari lalu, aktivitas warga praktis lumpuh. Jalan utama tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya,” ujar Aris.
Memasuki Jumat (24/1/2026), kondisi banjir kembali memburuk. Tidak hanya merendam jalan, air kini mulai masuk ke pemukiman warga serta area persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.
“Jalan di depan kantor desa sudah seperti sungai. Aktivitas warga benar-benar terhambat, bahkan untuk sekadar membeli kebutuhan pokok pun sulit karena kendaraan tidak bisa melintas,” ungkap salah satu warga.
Hingga saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil berupaya mengamankan barang-barang berharga. Namun demikian, persediaan logistik dilaporkan mulai menipis. Dengan kondisi medan yang sulit dijangkau, bantuan dari para dermawan maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat dinantikan.
Adapun kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga meliputi bahan makanan pokok seperti beras, mi instan, sarden, dan air bersih. Selain itu, perlengkapan bayi berupa susu, popok, dan bubur bayi, obat-obatan seperti obat gatal, diare, serta vitamin, juga pakaian layak pakai dan selimut sangat dibutuhkan.
Kondisi banjir di Desa Pantai Harapan Jaya memerlukan perhatian khusus, mengingat wilayah Muara Gembong berada di ujung utara Kabupaten Bekasi yang kerap mengalami keterlambatan distribusi bantuan akibat keterbatasan akses.
Warga berharap para dermawan, komunitas kemanusiaan, serta instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan. Ketidakpastian cuaca dalam beberapa hari ke depan menambah kekhawatiran akan potensi banjir susulan yang lebih besar.
“Kami sangat membutuhkan uluran tangan. Air belum juga surut, dan kami khawatir jika hujan kembali turun, kondisi akan semakin parah,” pungkasnya.
(Ref: Mrl / Hendrik Bodong)








