MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BATUSANGKAR (SUMATERA BARAT) – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, S.E., M.M., melayangkan instruksi tegas kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait kondisi infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan. Hal ini disampaikan Bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 dan Tematik Stunting di Aula Kantor Bupati, Senin (31/3/2026).

Di hadapan perwakilan Gubernur Sumbar, Bupati Eka Putra menekankan bahwa setidaknya ada delapan pintu masuk menuju Kabupaten Tanah Datar yang berstatus jalan provinsi kini dalam kondisi rusak berat.
Menurutnya, kerusakan ini telah berdampak luas ke berbagai sektor, mulai dari kelancaran transportasi hingga perputaran ekonomi masyarakat. “Kepada Pak Budi (Kadis PTMPTSP Sumbar), di kesempatan ini kami sampaikan lagi harapan agar TKD Provinsi bisa dianggarkan untuk perbaikan jalan-jalan tersebut.Ini sangat krusial bagi aksesibilitas daerah kita,” tegas Eka Putra.

Selain persoalan jalan, Musrenbang tahun ini menitikberatkan pada integrasi penanganan stunting ke dalam seluruh kebijakan pembangunan.Kepala Bappedalitbang Tanah Datar, Adriyanti Rustam, S.E.,M.Si., menjelaskan bahwa acara yang dihadiri 250 peserta ini bertujuan menjaring masukan lintas sektor untuk menyusun program prioritas daerah.
Bupati Eka Putra menambahkan bahwa stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan taruhan bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan masa depan Tanah Datar.
“Penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik, mulai dari sanitasi hingga perlindungan sosial. Kita harus memastikan peran setiap Perangkat Daerah terukur jelas dalam upaya penurunan angka stunting ini,” jelasnya.
Sinergi Menuju Pertumbuhan Ekonomi
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas PTMPTSP Sumbar, Luhur Bidianda, yang hadir mewakili Gubernur, menyampaikan pesan penting mengenai sinergi pembangunan. Ia menekankan bahwa perencanaan yang matang dan inovasi adalah kunci untuk mendorong perekonomian daerah ke level yang lebih tinggi.
“Pesan Gubernur adalah sinergi lintas sektor dan terobosan baru merupakan kunci percepatan pembangunan di Sumatera Barat. Potensi setiap daerah harus diintegrasikan agar pertumbuhan ekonomi naik signifikan,” ungkap Luhur.
Melalui Musrenbang ini, Pemkab Tanah Datar berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dapat melahirkan solusi konkret, baik untuk perbaikan infrastruktur jalan provinsi maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengentasan stunting.
(Rzl, Prokopim Tanah Datar)









