MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KABUPATEN BEKASI (JAWA BARAT) — Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan publik, Keluhan warga terkait jalan rusak kian masif disuarakan, baik melalui pemberitaan maupun media sosial seperti TikTok, Salah satu titik yang paling memprihatinkan berada di Jalan Tanjung Nuhun, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, yang hingga kini tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan meski telah rusak selama puluhan tahun, Minggu, (28/12/2025).
Jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat, menghubungkan wilayah Kampung Gaga hingga Muara Bendera serta menjadi satu-satunya jalur utama menuju pusat Kecamatan Muaragembong, Namun ironisnya, kondisi jalan masih berlubang, berlumpur, dan sangat membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan.
Tokoh pemuda Desa Pantai Bahagia, Mursidin, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap sikap pemerintah daerah dan wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa berbagai upaya administratif telah dilakukan warga selama bertahun-tahun.
“Kami sudah berkali-kali mengajukan proposal ke DPRD Kabupaten Bekasi, khususnya komisi yang membidangi infrastruktur di daerah pemilihan kami. Jika ditimbang, mungkin proposal itu sudah berkilo-kilo, Bahkan anggota dewan pernah turun langsung melakukan sidak, tetapi hasilnya nihil, Tidak ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Mursidin juga menyoroti kinerja dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dinilainya abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat pesisir.
“Selama puluhan tahun jalan ini tidak pernah diperhatikan, Permohonan sudah kami sampaikan melalui dinas terkait, namun tidak pernah digubris, Tidak ada kejelasan, tidak ada alasan resmi mengapa jalan ini terus diabaikan,” tambahnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan, Saat hujan turun, jalan berubah licin dan berlubang, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
“Miris sekali. Jalan satu-satunya warga Desa Pantai Bahagia menuju Kecamatan Muaragembong saja tidak diperhatikan, Padahal ada dinas terkait dan anggota DPRD yang kompeten di bidang infrastruktur, Namun kenyataannya, jalan ini tidak pernah tersentuh perbaikan,” tegas Mursidin.
Ia menambahkan, kekecewaan warga semakin dalam akibat janji-janji yang tak kunjung direalisasikan.
“Kami sudah lelah dengan janji manis tanpa tindakan nyata, Warga tidak ingin lagi diperlakukan tidak adil dan ditelantarkan Ke depan, kami tidak akan memilih pemimpin yang hanya pandai berjanji,” tandasnya.
Masyarakat Desa Pantai Bahagia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengambil langkah konkret dan berkeadilan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pesisir, khususnya perbaikan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Akses jalan yang layak dinilai bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar masyarakat yang selama ini terabaikan.
( ian / mrh – Red )









