MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | JAKARTA ~ Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B di kawasan Pasar Raya Manggarai merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi, Proyek ini dirancang untuk menjadikan Stasiun Manggarai sebagai pusat integrasi antarmoda berskala metropolitan yang menghubungkan LRT, KRL Commuter Line, kereta jarak jauh, serta layanan TransJakarta dalam satu simpul transportasi terpadu, Kamis (12/2/2026).





Transformasi kawasan Manggarai menjadi hub transportasi modern diharapkan mampu menjawab tantangan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks, sekaligus menjadi solusi konkret dalam mengurai kemacetan kronis di sejumlah ruas vital, khususnya koridor Pramuka–Matraman–Manggarai yang selama ini dikenal sebagai titik kepadatan lalu lintas tinggi.
Pusat Integrasi Antarmoda Modern
Stasiun Manggarai yang telah ditetapkan sebagai stasiun sentral Jakarta kini diperkuat dengan kehadiran LRT Fase 1B. Integrasi ini memungkinkan perpindahan moda transportasi dilakukan secara lebih cepat, nyaman, dan efisien. Penumpang dari wilayah penyangga maupun kawasan dalam kota dapat berpindah dari KRL ke LRT atau bus TransJakarta tanpa hambatan signifikan, sehingga menciptakan sistem perjalanan yang lebih terstruktur dan terencana.
Konsep integrasi ini tidak hanya menitikberatkan pada konektivitas fisik, tetapi juga pada efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kualitas layanan publik.
Solusi Konkret Penguraian Kemacetan
Kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama mobilitas Jakarta menjadi salah satu fokus utama pembangunan LRT Fase 1B. Dengan menyediakan moda transportasi massal berbasis rel yang cepat dan tepat waktu, proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Pengurangan volume kendaraan di jalan raya secara langsung berkontribusi terhadap kelancaran arus lalu lintas, sekaligus menekan tingkat stres dan kerugian ekonomi akibat waktu tempuh yang panjang.
Mendukung Transportasi Rendah Emisi
Sebagai transportasi publik berbasis listrik, LRT juga berperan dalam mendukung agenda pembangunan kota berkelanjutan. Pengoperasian LRT Fase 1B akan membantu menekan emisi gas buang kendaraan pribadi, sejalan dengan komitmen Jakarta menuju kota global yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar sistem transportasi Jakarta menuju model mobilitas rendah karbon yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
Peningkatan Konektivitas Wilayah
Secara teknis, proyek LRT Fase 1B membentang sepanjang 6,4 kilometer, menghubungkan Velodrome hingga Manggarai dengan penambahan lima stasiun baru. Jalur ini memperluas jangkauan layanan LRT Jakarta sekaligus mempercepat akses masyarakat dari wilayah timur dan tengah Jakarta menuju pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.
Dengan konektivitas yang semakin kuat, mobilitas masyarakat menjadi lebih produktif dan efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan serta memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota metropolitan berkelas dunia.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar reformasi sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
( Tim Red )









