Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsSulawesi Tengah

Tanjakan Lumba-Lumba Menjelma Jadi Jalur Maut, Warga Banggai: “Pemerintah Jangan Tutup Mata!”

×

Tanjakan Lumba-Lumba Menjelma Jadi Jalur Maut, Warga Banggai: “Pemerintah Jangan Tutup Mata!”

Sebarkan artikel ini

Tanjakan Lumba – lumba

MEDIAINVESTIGASINABES.CO.ID | ​LUWUK BANGGAI (SULAWESI TENGAH) – Jalur poros yang menghubungkan wilayah di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Salah satu titik paling krusial, yakni Tanjakan Lumba-Lumba di Desa Lenyek, Kecamatan Pagimana, kini dijuluki warga sebagai “tanjakan maut” akibat kondisi jalan yang sempit dan dipenuhi lubang menganga.

​Jalur Tengkorak Tanjakan lumba-lumba

​Para pengendara motor maupun mobil yang melintasi Tanjakan Lumba-Lumba harus bertaruh nyawa. Selain kemiringan yang tajam, lebar jalan yang tidak memadai membuat kendaraan besar seringkali kesulitan berpapasan. Kondisi diperparah dengan aspal yang terkelupas dan lubang dalam yang siap memicu kecelakaan fatal kapan saja.

Jalan Menuju Desa Siuna

​”Kondisinya sudah sangat berbahaya. Kalau tidak hati-hati, taruhannya nyawa. Kami merasa dianaktirikan oleh pemerintah daerah maupun provinsi,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

Jembatan Desa Binsil K

​Infrastruktur di Pagimana dan Bualemo Hancur Lebat, ​Tak hanya di Tanjakan Lumba-Lumba, kerusakan infrastruktur menyebar luas bak penyakit yang tak kunjung diobati:

​Jalur Menuju Desa Siuna: Kondisinya hancur lebat dan sulit dilalui kendaraan standar.

​Kecamatan Bualemo: Jalan poros di wilayah ini juga dilaporkan rusak parah tanpa ada tanda-tanda perbaikan.

​Jembatan Binsil K: Jembatan yang menjadi akses vital ini kondisinya kian mengkhawatirkan dan butuh penanganan segera sebelum putus total.

Jembatan dan jalan kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai

​Sindiran Pedas Warga: “Lebih Bagus Jalan Kebun”

​Rasa frustrasi masyarakat telah mencapai puncaknya. Warga bahkan melontarkan sindiran pedas terhadap kualitas pembangunan di Sulawesi Tengah. Mereka menyebut bahwa jalan poros yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi justru lebih buruk daripada jalan setapak menuju perkebunan.
​”Sudah sekian lama kami menanti janji-janji manis perbaikan, tapi hingga kini nol besar. Masih lebih bagus jalan menuju kebun daripada jalan poros utama ini,” ungkap warga lainnya.

​Menaruh Harapan pada Presiden Prabowo

​Masyarakat Banggai menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah seolah menutup mata terhadap penderitaan mereka. Kini, harapan terakhir warga disematkan kepada pucuk pimpinan nasional.
​Warga mendesak agar Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus dan turun langsung meninjau lokasi kerusakan jalan di Luwuk Banggai. Mereka berharap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, instruksi perbaikan infrastruktur di pelosok Sulawesi Tengah bisa segera dieksekusi tanpa harus menunggu lebih banyak korban jiwa berjatuhan.

( Dave Quison.A – Tim Red )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan