MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | MINAHASA (SULAWESI UTARA) – Angin segar mulai berembus di destinasi wisata unggulan Kabupaten Minahasa. Bukan sekadar soal pesona alamnya yang memikat, kini ada pemandangan baru yang menyapa setiap pelancong: papan kecil berisi kode matriks hitam-putih yang menjadi gerbang masuk menuju pengalaman wisata modern.
Di bawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Pemerintah Kabupaten Minahasa tengah serius memoles wajah pariwisata daerah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kini tengah menggeber integrasi teknologi QR Code di setiap titik strategis objek wisata.
Identitas Digital di Benteng Moraya
Salah satu implementasi tersukses terlihat di Benteng Moraya, ikon sejarah kebanggaan warga Minahasa. Di sini, teknologi bukan lagi sekadar rencana, melainkan kebutuhan.
Data Kunjungan: Hingga medio April 2026, tercatat lebih dari 2.000 pengunjung telah terekam secara digital.
Efisiensi: Data kunjungan kini berbentuk angka presisi di pusat data, bukan lagi tumpukan kertas manual.
Target: Fasilitas barcode ini akan disiapkan untuk seluruh objek wisata strategis secara bertahap.
”Aplikasi ini menjadi identitas pengunjung. Kami sedang menyiapkan fasilitas barcode ini untuk semua objek wisata strategis secara bertahap,” ungkap Moudy Pangerapan, Kepala Disparbud Minahasa.
Transformasi Fungsi: Lebih dari Sekadar Buku Tamu
Teknologi QR Code ini menawarkan manfaat ganda, baik bagi wisatawan maupun pemerintah:
Bagi Wisatawan (Pramuwisata Elektronik)
Bagi Pemerintah (Basis Kebijakan)
Narasi sejarah lokasi secara instan.
Potret utuh profil pengunjung (asal daerah, gender).
Rincian fasilitas yang tersedia.
Data akurat untuk fondasi kebijakan masa depan.
Informasi potensi budaya tersembunyi.
Peningkatan efisiensi manajemen destinasi.
Siap Menyambut Tamu Global
Transformasi digital ini menjadi krusial mengingat daya tarik Minahasa yang kian meluas ke kancah internasional. Arus kunjungan terpantau stabil hingga pertengahan tahun 2026.
Bahkan, pada akhir bulan ini, Minahasa dijadwalkan akan menyambut rombongan wisatawan mancanegara dari Korea Selatan. Hadirnya teknologi ini menjadi sinyal kuat bahwa Minahasa tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kenyamanan dan keramahan pelayanan berbasis teknologi masa kini.
Dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa.
( Dave Quison Adante – Red )









