Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsSulawesi Utara

Jurnalis Berinisial SM Alias Samiun Jadi Korban Panah Wayer di Girian, Pemkot dan APH Didesak Bertindak Tegas

×

Jurnalis Berinisial SM Alias Samiun Jadi Korban Panah Wayer di Girian, Pemkot dan APH Didesak Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BITUNG (SULAWESI UTARA) – Aksi kriminalitas jalanan menggunakan senjata tajam kembali memakan korban di Kota Bitung. Kali ini, seorang jurnalis berinisial SM alias Samiun menjadi korban keganasan panah wayer pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026, sekitar pukul 01.21 WITA.

​Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, tepatnya di sebuah lokasi pembuatan batako. Insiden ini memicu gelombang desakan kuat dari masyarakat agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil langkah konkret demi memulihkan keamanan kota.

​Kronologi Kejadian

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat korban, SM (Samiun), sedang berkunjung dan duduk bersantai di rumah salah satu rekannya yang berada di area tempat pembuatan batako tersebut.

​Secara mengejutkan, situasi tenang berubah mencekam ketika serangan panah wayer tiba-tiba dilepaskan oleh oknum tidak dikenal dan mengenai korban.

Akibat hantaman senjata tajam tersebut, jurnalis ini harus mendapatkan penanganan medis secara intensif. Motif di balik penyerangan ini masih diselidiki mendalam oleh pihak kepolisian.

​Desakan Warga: Tambah Personil Keamanan dan Batasi Lem Eha-Bond

​Peristiwa yang menimpa seorang pers ini langsung memantik reaksi keras. Kota Bitung dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat maraknya kenakalan remaja dan premanisme yang menggunakan senjata tajam mematikan seperti panah wayer.

​Masyarakat dan komunitas pers mendesak dua poin utama kepada pihak berwenang:

​Penebalan Personil APH di Segala Penjuru:
Masyarakat meminta dengan tegas kepada APH (Kepolisian dan TNI) untuk menambah personil keamanan di lapangan.

Kehadiran aparat secara masif dan tersebar di seluruh penjuru kota, khususnya di titik-titik rawan pada jam-jam kecil, dinilai sangat krusial untuk memberikan rasa aman dan nyaman yang mulai hilang di tengah masyarakat.

​Regulasi Ketat Penjualan Lem Eha-Bond: Pemerintah Kota Bitung juga diminta jeli melihat akar masalah kenakalan remaja yang kerap berujung pada aksi nekat di jalanan. Salah satu pemicu yang sering ditemukan adalah penyalahgunaan zat adiktif dari lem.

Pemkot didesak segera memikirkan formula regulasi agar lem Eha-Bond tidak lagi dijual secara bebas di toko-toko tanpa pengawasan ketat, terutama kepada pembeli di bawah umur.

​”Kami minta Pemkot Bitung dan aparat tidak tinggal diam. Hari ini seorang jurnalis yang jadi korban saat sedang duduk tenang di rumah temannya, besok-besok bisa masyarakat umum lainnya. Patroli harus disebar ke segala penjuru, dan peredaran lem yang merusak mental anak-anak muda itu harus dibatasi!” tegas salah seorang warga dengan nada geram.

​Kasus penyerangan terhadap jurnalis SM alias Samiun ini kini menjadi sorotan publik. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menangkap para pelaku penyerangan dan memberikan tindakan tegas terukur demi mengembalikan marwah Kota Bitung yang aman dan kondusif.

( Dave Quison Adante Kaperwil Sulut)

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan