Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahKalimantan BaratNews

Pendidikan Keluarga Dinilai Perlu Masuk Kurikulum, Bekal Generasi Membangun Rumah Tangga Berkualitas

×

Pendidikan Keluarga Dinilai Perlu Masuk Kurikulum, Bekal Generasi Membangun Rumah Tangga Berkualitas

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KALIMANTAN BARAT – Wacana mengenai pentingnya pendidikan yang mempersiapkan generasi muda memasuki kehidupan berkeluarga kembali mengemuka. Akademisi, aktivis sosial, sekaligus paralegal, Muhammad Jimi Rizaldi, A.Md., S.ST., M.T., MCE., CPLA, mengemukakan gagasan perlunya pendidikan khusus bagi anak perempuan sejak jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi sebagai bekal menghadapi kehidupan rumah tangga di masa depan.

Menurutnya, sistem pendidikan nasional selama ini telah memberikan fondasi ilmu pengetahuan, pendidikan agama, dan berbagai keterampilan akademik maupun profesional. Namun demikian, masih terdapat ruang yang perlu mendapat perhatian, yakni pendidikan yang secara sistematis membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan bertanggung jawab.

Muhammad Jimi Rizaldi menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak perempuan ataupun mengarahkan seluruh perempuan untuk menikah. Sebaliknya, ia menilai perempuan memiliki hak yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi, berkarier, dan berkarya di berbagai bidang. Akan tetapi, bagi mereka yang memilih membangun keluarga, diperlukan kesiapan yang tidak kalah penting dibandingkan kesiapan memasuki dunia kerja.

“Menjadi seorang istri maupun ibu merupakan amanah besar yang membutuhkan ilmu, pemahaman, serta kesiapan emosional, spiritual, dan sosial. Peran tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia menilai berbagai profesi seperti dokter, guru, perawat, bidan, insinyur, maupun akuntan memperoleh pendidikan khusus selama bertahun-tahun untuk menghasilkan tenaga profesional. Sementara itu, peran sebagai orang tua yang menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak justru sering dijalankan tanpa adanya pendidikan yang terstruktur.

Atas dasar itu, ia mengusulkan agar lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren maupun sekolah berbasis keagamaan, mulai mengembangkan program pembelajaran mengenai kehidupan keluarga. Materi yang diajarkan dapat mencakup komunikasi dalam rumah tangga, etika kehidupan keluarga, pengelolaan keuangan, kesehatan keluarga, pola pengasuhan anak, pendidikan karakter, penyelesaian konflik secara bijaksana, hingga pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri sesuai dengan ketentuan agama dan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa pendidikan tersebut sejatinya tidak hanya relevan bagi perempuan, tetapi juga penting diberikan kepada laki-laki sebagai calon suami. Dengan demikian, kedua belah pihak memiliki kesiapan yang seimbang dalam membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan saling menghormati.

Menurutnya, apabila di masa mendatang hadir lembaga atau program pendidikan yang secara khusus membekali calon suami dan calon istri mengenai kehidupan berkeluarga, besar kemungkinan akan memperoleh respons positif dari masyarakat. Sebab, setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan emosional, spiritual, dan sosial dalam menjalani kehidupan keluarga.

Muhammad Jimi Rizaldi menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi setiap anak. Dari keluargalah lahir generasi yang kelak menentukan arah pembangunan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas keluarga merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan diskusi konstruktif bagi dunia pendidikan, pemerintah, akademisi, tokoh agama, serta masyarakat luas untuk merumuskan sistem pendidikan yang lebih komprehensif. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pembentukan tenaga profesional, tetapi juga pada pembentukan keluarga yang kokoh sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa gagasan ini merupakan sebuah usulan akademik untuk memperkaya sistem pendidikan nasional. Implementasinya tetap harus menghormati keberagaman piliha

( AL Badri Kaperwil Kalbar )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan