MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BEKASI (JABAR) — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, memasuki fase penting setelah tiga calon kepala desa resmi mendapatkan nomor urut melalui proses penetapan dan pengundian yang berlangsung di Balai Desa Kedung Pengawas, Rabu, 9 September 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Plt. Kepala Desa, jajaran perangkat desa, Babinsa, Bimaspol, BPD, Ketua KPPS, ketiga calon kepala desa, serta perwakilan pendukung masing-masing calon.
Hasil pengundian menetapkan Hj. Siti Rodiyah sebagai calon nomor urut 1, Nasarudin nomor urut 2, dan Akhmad Nirwan Ramdani atau yang akrab disapa Bang Nirwan sebagai calon nomor urut 3.

Penetapan nomor urut tersebut mendapat sambutan antusias dari para pendukung Bang Nirwan yang tergabung dalam BRANI (Barisan Relawan Akhmad Nirwan Ramdani). Antusiasme terlihat dari iring-iringan kendaraan bermotor dan mobil bernuansa merah dengan identitas BRANI yang memenuhi sejumlah ruas jalan utama Desa Kedung Pengawas.
Meski dukungan massa terlihat cukup kuat, rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban. Para pendukung ketiga calon hadir menyaksikan proses pengundian, sementara para kandidat menunjukkan sikap saling menghormati dengan bertegur sapa dan bersalaman.
Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kontestasi politik di tingkat desa tidak harus kehilangan nilai persaudaraan. Perbedaan pilihan politik semestinya ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan alasan untuk memutus hubungan sosial antarmasyarakat.
Nomor 03 dan Jejak Historis Kepemimpinan
Khoirudin, yang akrab disapa Bang Jawir, selaku perwakilan relawan BRANI, menyampaikan bahwa perolehan nomor urut 3 bagi Bang Nirwan memiliki makna tersendiri, terutama jika dikaitkan dengan sejarah kepemimpinan keluarganya di Desa Kedung Pengawas.
«“Dengan nomor urut 03 yang diperoleh Bang Nirwan, kami berharap beliau dapat menjadi pemimpin yang amanah. Secara historis, keluarga beliau merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan di Desa Kedung Pengawas,” ujar Khoirudin kepada awak media.»
Menurutnya, jejak kepemimpinan tersebut bermula dari Kong H. Siban, yang disebut sebagai kakek Bang Nirwan, kemudian diteruskan oleh H. Nurja, ayah Bang Nirwan.
Kini, estafet tersebut berada pada generasi berikutnya melalui pencalonan Akhmad Nirwan Ramdani.
“Dari Kong H. Siban kepada H. Nurja, kemudian kini kepada Bang Nirwan. Karena itu, kami melihat adanya kesinambungan historis dalam perjalanan kepemimpinan keluarga beliau di Desa Kedung Pengawas,” tegasnya.
Meski demikian, sejarah keluarga bukanlah satu-satunya ukuran dalam menentukan pilihan politik masyarakat. Pada akhirnya, masyarakat memiliki hak penuh untuk menilai setiap calon berdasarkan kapasitas, integritas, visi, rekam jejak, serta komitmennya terhadap kemajuan desa.
Menuju Tahapan Kampanye
Dengan telah ditetapkannya nomor urut, ketiga calon kepala desa kini bersiap memasuki tahapan selanjutnya, termasuk kampanye dan penyampaian visi-misi kepada masyarakat.
Pilkades Kedung Pengawas diharapkan menjadi ruang demokrasi yang sehat, tempat setiap kandidat dapat menawarkan gagasan dan program terbaik tanpa membangun polarisasi di tengah masyarakat.
Bagi masyarakat Kedung Pengawas, pesta demokrasi desa bukan sekadar persoalan memenangkan sebuah kontestasi, melainkan menentukan arah pembangunan dan kualitas kepemimpinan desa untuk periode mendatang.
Dengan semangat persatuan dan kedewasaan berdemokrasi, seluruh tahapan Pilkades Kedung Pengawas diharapkan terus berjalan aman, tertib, kondusif, demokratis, serta menjunjung tinggi etika dan persaudaraan masyarakat.
MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BEKASI
( Marulloh kabiro Kab. Bekasi )










