MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | GROBOGAN (JAWA TENGAH) — Pembangunan jalan cor beton di Dusun Glinggang, RW 09, Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, menjadi sorotan warga. Proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp200 juta tersebut dipertanyakan karena kualitas pekerjaan di lapangan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan.

Sejumlah warga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaan. Mulai dari kualitas material yang disebut kurang baik, penggunaan pasir dan koral yang dipersoalkan, hingga penggunaan semen yang dinilai tidak sesuai harapan. Warga juga menyoroti tidak terlihatnya penggunaan plastik cor serta proses pemadatan tanah sebelum pengecoran.

Kondisi tersebut, menurut warga, membuat permukaan jalan tampak bergelombang dan tidak rata. Jika benar terjadi ketidaksesuaian antara spesifikasi pekerjaan dengan realisasi fisik, kondisi itu tentu membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa.
Seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi juga mengungkapkan bahwa pekerjaan tersebut sempat terhenti. Namun, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab penghentian pekerjaan.
«“Kemarin sempat berhenti, tapi alasannya tidak tahu kenapa. Menurut orang kantor, dana Banprov sudah turun, katanya untuk membayar tenaga kerja,” ungkap warga tersebut.»

Di sisi lain, informasi yang diperoleh dari lingkungan Dispermades Kabupaten Grobogan menyebutkan bahwa Desa Geyer mendapatkan kucuran dana bantuan provinsi sekitar Rp1 miliar. Namun, warga mempertanyakan realisasi program tersebut karena sejauh ini mereka mengaku baru melihat beberapa kegiatan pembangunan, di antaranya pembangunan talut di wilayah Sempol dan pekerjaan cor beton di Dusun Glinggang.
Persoalan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik: ke mana dan bagaimana realisasi keseluruhan anggaran bantuan tersebut digunakan?
Warga meminta aparat penegak hukum (APH) tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif di atas dokumen, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Pemeriksaan fisik, volume pekerjaan, kualitas material, spesifikasi teknis, hingga kesesuaian penggunaan anggaran dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan.
Sementara itu, beredar dugaan di tengah masyarakat bahwa anggaran pembangunan tersebut berkaitan dengan kepentingan politik kepala desa untuk kembali mencalonkan diri. Namun, dugaan tersebut belum dapat dibuktikan dan belum diperoleh keterangan resmi yang mengonfirmasi adanya penggunaan anggaran desa untuk kepentingan pencalonan.
Media ini juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Geyer dan TPK Desa Geyer terkait pelaksanaan pekerjaan, sumber serta penggunaan anggaran, spesifikasi teknis, dan sejumlah tudingan yang disampaikan warga.
Namun hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh jawaban maupun penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa.
Publik kini menunggu transparansi. Jika seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai aturan dan spesifikasi yang ditetapkan, pemerintah desa tentu memiliki ruang untuk memberikan penjelasan serta menunjukkan data pendukung kepada masyarakat.
Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara anggaran, spesifikasi, volume, dan hasil pekerjaan, maka temuan tersebut patut ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
MediaInvestigasiMabes.co.id akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab bagi Pemerintah Desa Geyer maupun pihak-pihak terkait.
( Tim Redaksi )










