MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | DEPOK (JABAR) — Semangat persaudaraan dan kebersamaan kembali menguat di lingkungan keluarga besar Sulit Air Sepakat (SAS) Depok. Setelah melalui perbedaan pandangan, kedua tokoh, Mulyadi Dt. Perhimpunan dan Mediyanto, mencapai kesepakatan untuk menyatukan langkah demi menjaga keutuhan organisasi dan melaksanakan amanat SAS.
Rekonsiliasi yang berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, tersebut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SAS, pengurus DPW V SAS DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, serta sejumlah pengurus lainnya. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum DPP SAS, M. Naswir; Ketua DPW V SAS, H. Hasrizal; Afrizul, Ilham Wahyudi, Khamzul Abrar, Reddy, Andry, serta Ketua SAS KCS, H. Japrizal yang dikenal dengan sapaan Aji Jo.
Rekonsiliasi Jadi Momentum Memperkuat Organisasi
Kesepakatan antara Mulyadi Dt. Perhimpunan dan Mediyanto menjadi momentum penting untuk membangun kembali komunikasi, mempererat silaturahmi, serta memperkuat soliditas keluarga besar DPC SAS Depok.
Kedua tokoh sepakat mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Perbedaan pandangan tidak lagi ditempatkan sebagai penghalang, melainkan menjadi ruang untuk berdialog, bermusyawarah, dan mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan organisasi.
Semangat tersebut mencerminkan bahwa organisasi yang kuat bukanlah organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang mampu menyelesaikan perbedaan secara dewasa, bermartabat, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Penyusunan Kepengurusan Mengedepankan Musyawarah
Sebagai tindak lanjut rekonsiliasi, Mulyadi Dt. Perhimpunan dan Mediyanto sepakat menyusun kepengurusan DPC SAS Depok secara bersama-sama dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, keterwakilan, musyawarah, dan pengabdian.
Langkah ini diharapkan menjadi jalan konstruktif dalam menuntaskan periodesasi kepengurusan secara tertib dan bijaksana, sekaligus memastikan kesinambungan roda organisasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyelesaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghormati amanat Musyawarah Besar (Mubes) SAS ke-XXIV Tahun 2026. Amanat organisasi perlu dijadikan pijakan dalam menjaga legitimasi kepengurusan, memperkuat tata kelola, serta membangun kepercayaan seluruh anggota.
Kemenangan Persaudaraan, Bukan Kepentingan Kelompok
Rekonsiliasi ini membawa pesan penting bahwa tidak seharusnya ada pihak yang merasa menang atau kalah. Yang lebih utama adalah kemenangan persaudaraan, persatuan, dan kepentingan seluruh keluarga besar SAS Depok.
Keutuhan organisasi tidak cukup dibangun melalui kesepakatan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, komunikasi terbuka, komitmen bersama, serta kesediaan menghormati keputusan yang ditempuh melalui mekanisme organisasi.
Karena itu, seluruh elemen DPC SAS Depok diharapkan dapat merapatkan barisan, mengesampingkan perbedaan yang berpotensi memecah belah, dan bersama-sama membangun organisasi yang solid, harmonis, demokratis, serta berwibawa.
Satu SAS, Satu Persaudaraan, Satu Tujuan
Momentum rekonsiliasi ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi penguatan SAS Depok. Persatuan hendaknya tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tanggung jawab organisasi.
SAS merupakan rumah besar yang harus dijaga bersama. Kepentingan organisasi, kehormatan persaudaraan, dan keberlanjutan perjuangan harus ditempatkan di atas segala perbedaan.
Dengan semangat musyawarah dan komitmen yang tulus, keluarga besar SAS Depok diharapkan mampu menuntaskan persoalan kepengurusan secara bijaksana, menghormati amanat Mubes SAS ke-XXIV Tahun 2026, serta melangkah menuju masa depan organisasi yang lebih kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Satu SAS, satu persaudaraan, satu tujuan.
Salam Persatuan! Salam Kebersamaan!
Jayalah SAS, SAS Mendunia!
Reporter dan Editor: Olidbey dan Ilham Wahyudi
Media Nasional Media Investigasi Mabes.Co.Id — Aktual, Tajam, Tegas & Profesional.










