Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahJawa TengahNews

Lewat Senam, Flashmob, dan Kampanye Digital, Semangat “Mencatat Indonesia” Menggema di Car Free Day Semarang

×

Lewat Senam, Flashmob, dan Kampanye Digital, Semangat “Mencatat Indonesia” Menggema di Car Free Day Semarang

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Dari Simpang Lima, BPS Kota Semarang Gandeng EO Caraka Nyalakan Semangat “Mencatat Indonesia” untuk Sensus Ekonomi 2026

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KOTA SEMARANG (JATENG) ~ Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima Semarang pada Minggu pagi berubah semarak dan edukatif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang menggandeng Caraka Event Organizer (EO) untuk menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan konsep kreatif yang memadukan edukasi dan hiburan. (5/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional BPS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sensus ekonomi, sekaligus menanamkan semangat “Mencatat Indonesia” agar seluruh pelaku usaha siap berpartisipasi aktif pada tahun 2026 mendatang.

Konsep Kreatif: Dari Senam Sehat hingga Flashmob

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, tampil memimpin langsung jalannya acara yang dikemas meriah namun sarat makna. Ratusan peserta dari pegawai BPS, komunitas olahraga, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan senam sehat bertema “Melangkah Sehat, Literasi Data Kuat”.

Tak hanya itu, kegiatan juga dimeriahkan oleh flashmob, kuis interaktif, dan pembagian doorprize yang dikemas untuk memperkenalkan Sensus Ekonomi 2026 secara ringan namun bermakna.

“Kita ingin masyarakat tahu bahwa data bukan sekadar angka, tetapi cerminan nyata kondisi ekonomi kita. Melalui SE2026, kita ingin mencatat Indonesia dengan lebih akurat dan bermanfaat,” tegas Rudi Cahyono dalam wawancara dengan totabusn.news.

Rudi menjelaskan, pemanfaatan ruang publik seperti Car Free Day merupakan strategi efektif BPS untuk menjangkau masyarakat secara langsung, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang aktif di kawasan Simpang Lima.

“Kami berharap ketika nanti petugas sensus datang di tahun 2026, masyarakat sudah paham dan tidak kaget lagi. Sosialisasi ini adalah langkah awal untuk membangun kepercayaan publik terhadap data yang dihasilkan BPS,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari EO Caraka

Konsep kreatif dan keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari peran Caraka Event Organizer (EO) yang menjadi mitra pelaksana.
Perwakilan Caraka, Wahyu, menjelaskan bahwa pendekatan sosialisasi di ruang publik seperti CFD memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini membuat semua lapisan masyarakat merasa dekat dan nyaman. Harapannya, mereka jadi lebih aware terhadap pentingnya Sensus Ekonomi,” ujar Wahyu.

Caraka EO juga turut memperkuat gaung SE2026 melalui kampanye digital di media sosial, terutama di platform Instagram yang banyak digunakan oleh kalangan muda dan pelaku usaha milenial.

“Anak muda sekarang aktif di dunia digital. Jadi kita manfaatkan itu untuk menyebarkan pesan sensus ekonomi secara positif dan menarik,” jelasnya.

Menurut Wahyu, keberhasilan sosialisasi akan lebih kuat jika melibatkan banyak pihak.

“Kami berdayakan semua, bukan hanya staf BPS, tapi juga keluarga, teman, komunitas, bahkan media. Media punya peran besar dalam membangun kesadaran publik,” tambahnya.

Dari Sensus Menuju Kesadaran Ekonomi

Selain menggandeng EO, BPS Kota Semarang juga melakukan sosialisasi berjenjang. Setelah kegiatan di CFD, sosialisasi tahap berikutnya akan digelar pertengahan Oktober 2025 dengan melibatkan ketua asosiasi pelaku usaha, UMKM, dan OPD terkait, kemudian dilanjutkan tahap ketiga pada November 2025.

Ketua Tim Sekretariat SE2025 Kota Semarang, Dewi, menegaskan pentingnya langkah sosialisasi ini.

“Kami ingin para pelaku usaha memahami manfaat sensus ekonomi. Mereka tidak hanya menjadi responden, tapi bagian dari pembangunan ekonomi bangsa,” ujarnya.

BPS juga mulai mengedukasi publik melalui media sosial resmi, menyajikan konten-konten informatif tentang manfaat data ekonomi dan peran masyarakat dalam mendukung SE2026.

Secara teknis, BPS memastikan pelaksanaan sensus 2026 akan menggunakan sistem CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing) yang lebih efisien dan akurat dibanding metode manual.

“Kami ingin memastikan data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan,” tegas Dewi.

Antusiasme Masyarakat dan Pegawai BPS

Dalam penutupan kegiatan, Kepala BPS Kota Semarang memimpin yel-yel yang menggema di seluruh area CFD:

“Sensus Ekonomi 2026!”
“Mencatat Indonesia!”

Suasana penuh semangat ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra kreatif untuk memperkuat literasi data dan kesadaran ekonomi di era digital.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu — dari tim EO Caraka, rekan media, hingga masyarakat yang antusias. Semoga semangat hari ini terus berlanjut hingga SE2026 berjalan sukses dan lancar,” tutup Rudi.

Catatan Redaksi

Kegiatan ini menandai wajah baru BPS Kota Semarang yang tak hanya serius dalam urusan data, tetapi juga adaptif terhadap tren komunikasi publik. Dengan menggandeng pihak swasta dan komunitas kreatif seperti Caraka EO, BPS berhasil menunjukkan bahwa statistik bisa dikemas menyenangkan, tanpa kehilangan makna ilmiah dan manfaat sosialnya.

Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya kegiatan pendataan, melainkan gerakan nasional mencatat kemajuan bangsa — dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

( Petrus Kaperwil Jateng – Red )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan