MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BOGOR (JAWA BARAT) — Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan keseriusan tanpa kompromi dalam mengelola sumber daya alam nasional. Di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan percepatan hilirisasi komoditas strategis agar nilai tambah sebesar-besarnya dinikmati masyarakat Indonesia, bukan pihak asing.

Dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Hilirisasi Komoditas Pertanian di Kantor Pusat PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, Kamis, 9 April 2026, Mentan Amran menegaskan bahwa era mengekspor tanah air dalam bentuk bahan mentah harus segera berakhir.
Langkah nyata Kementan menyasar komoditas yang selama ini jadi tulang punggung ekspor namun belum terolah maksimal:
Ubi, jagung, dan tebu dipacu untuk produksi bioetanol. Ini langkah konkret Kementan mendukung transisi energi hijau sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Indonesia menyuplai 80% kebutuhan gambir dunia. Kementan menginstruksikan agar komoditas ini, bersama kelapa, diproses menjadi produk bernilai tinggi seperti tinta pemilu dan kebutuhan rumah tangga di dalam negeri.
Kakao, kopi, pala, dan lada tidak lagi sekadar komoditas perkebunan, melainkan instrumen ekonomi untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional lewat produk turunan yang kompetitif.
Keseriusan pemerintah terlihat dari penguatan integrasi operasional. Sesuai Inpres No. 2 Tahun 2026, BUMN Pangan seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Pupuk Indonesia, dan Bulog kini berada di bawah koordinasi operasional Kementan.
“Kita tidak bicara rencana lagi, kita bicara aksi nyata. Seluruh kekuatan BUMN Pangan dan riset kita satukan. Tujuannya satu: petani sejahtera, ekonomi nasional perkasa, dan Indonesia mandiri secara pangan maupun energi,” tegas Mentan Amran di hadapan para direksi BUMN.
Transformasi ini bukan sekadar urusan teknis pertanian, melainkan amanah besar untuk mengelola kekayaan alam demi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.
Dengan hilirisasi, Indonesia tidak hanya jadi penonton di pasar global, tetapi pemain utama yang disegani dengan produk-produk Made in Indonesia berkualitas tinggi.
( Rizal, Kementan RI )









