Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsSulawesi Utara

Tomohon Melawan Gunungan Sampah: Transformasi Jemmy Makasala dan Inovasi 100 Meter

×

Tomohon Melawan Gunungan Sampah: Transformasi Jemmy Makasala dan Inovasi 100 Meter

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | ​TOMOHON (SULAWESI UTARA) – Kota Tomohon, yang dikenal dengan kesejukan pegunungannya, kini tengah berjuang melawan krisis lingkungan yang nyata. Dengan produksi sampah mencapai 51,6 ton per hari, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tara-Tara telah lama berada di titik kritis. Namun, di tengah ancaman tersebut, sebuah gerakan perubahan muncul dari Tomohon Barat.

​Filosofi “Tanpa Sampah” Jemmy Makasala

​Jemmy Makasala, seorang fasilitator komunitas setempat, muncul sebagai pionir yang mengubah cara pandang warga terhadap limbah. Baginya, istilah “sampah” seharusnya dihapuskan dari kamus masyarakat.

​”Saya menolak menggunakan kata ‘sampah’. Semuanya adalah sumber daya yang belum terolah,” tegas Jemmy.

​Strategi 100 Meter: Mendekatkan Solusi ke Rumah

​Untuk mengatasi masalah dari akarnya, Jemmy menginisiasi sistem pengelolaan sampah organik yang sangat praktis: Strategi 100 Meter.

​Aksesibilitas: Menempatkan sekitar 60 kantong kompos dengan jarak setiap 100 meter di pemukiman.

​Target Organik: Fokus pada 70% sampah kota yang merupakan limbah organik.

​Dampak Lingkungan: Memutus rantai polusi cairan lindi dan gas metana yang mengancam kualitas air dan udara di Tomohon.

​Sinergi Global dengan UN-Habitat

​Gerakan akar rumput ini kini mendapat pengakuan internasional. Melalui Proyek ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy (ASUS) Fase II, badan dunia UN-Habitat turut memberikan dukungan teknis.
​Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk, menyambut baik kolaborasi ini untuk memperbaiki koordinasi lintas sektor dan validasi data. Program ini melibatkan 70 pejabat kota serta pakar teknis guna memperkuat Fasilitas Pengolahan Limbah Organik Terpadu Tomohon (PPSOT) yang kini diawasi oleh Jemmy.

​Ekonomi Sirkular: Mengubah Sisa Menjadi Nilai

​Di bawah arahan Jemmy, limbah organik diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan fungsi lingkungan:

​Eco-Enzyme: Digunakan sebagai disinfektan alami, pupuk, hingga bahan baku sabun.

​Pupuk Organik Cair (POC): Menopang sektor pertanian lokal untuk menghasilkan sayuran organik berkualitas.

​Pengendali Bau: Inovasi cairan yang disemprotkan di TPA untuk meredam aroma tidak sedap yang selama ini dikeluhkan warga.

​Menuju Kota Bunga yang Bebas Sampah

​Meski kapasitas fasilitas saat ini masih terbatas, optimisme Jemmy tetap tinggi. Dukungan dari UN-Habitat dan partisipasi aktif 205.448 penduduk Tomohon diharapkan mampu mengubah perilaku kolektif masyarakat.
​Visi besar ini menempatkan Tomohon pada jalur yang tepat: bukan hanya sebagai Kota Bunga, tetapi juga sebagai model dunia bagi ketahanan lingkungan perkotaan dan pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.

( Dave Quison Adante – Red )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan