Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsSumatera Barat

Sampah Jadi Berkah, Sumbar Dorong Ekonomi Sirkular

×

Sampah Jadi Berkah, Sumbar Dorong Ekonomi Sirkular

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PADANG (SUMATERA BARAT) — Persoalan sampah selama ini kerap dipandang sebagai beban lingkungan yang sulit diselesaikan. Namun, di balik tantangan tersebut tersimpan potensi ekonomi dan keberlanjutan yang sangat besar apabila dikelola secara tepat. Hal itu disampaikan oleh Founder Sumbar Agro Industri, Adli, yang menegaskan bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan sumber daya yang dapat diubah menjadi berkah bagi masyarakat.

Menurut Adli, setiap hari Sumatera Barat menghasilkan sekitar 2.360 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan sampah organik yang berpotensi diolah menjadi pupuk organik berkualitas. Sementara itu, 30 persen lainnya berupa sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi melalui proses daur ulang, dan hanya sekitar 10 persen yang tergolong residu atau sulit dimanfaatkan kembali.

“Jika seluruh potensi sampah organik dapat diolah secara optimal, maka ribuan ton bahan organik yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, hingga agroforestri di Sumatera Barat,” ujar Adli.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi. Melalui sistem pemilahan dan pengolahan yang baik, sampah anorganik dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, sedangkan sampah organik dapat mendukung kemandirian sektor pertanian melalui penyediaan pupuk yang ramah lingkungan.

Lebih jauh, konsep ekonomi sirkular yang diterapkan dalam pengelolaan sampah diyakini mampu menghadirkan manfaat berlapis. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, model ini juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian.

“Sudah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap sampah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bukan lagi beban yang harus disingkirkan, melainkan aset yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Adli mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lingkungan untuk bersama-sama membangun budaya pengelolaan sampah yang produktif dan berkelanjutan.

“Mulailah mengolah sampah hari ini untuk menyuburkan pertanian esok hari. Dari sampah menjadi pupuk, dari limbah menjadi manfaat. Bersama kita wujudkan Sumatera Barat yang lebih hijau, bersih, dan sejahtera,” pungkasnya.

( Marah Haynes Ade, SH., MH / Hadi.F )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan