MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BATUSANGKAR (SUMBAR) — “Kita tidak bisa lagi berdiam diri melihat ancaman yang nyata-nyata merusak fondasi moral generasi muda kita. Hari ini, melalui Deklarasi Bersama di Lapangan Cindua Mato, DPRD Tanah Datar bersama seluruh elemen daerah menyatakan perang total terhadap LGBT, narkoba, dan segala bentuk penyakit masyarakat (pekat). Tidak ada lagi ruang toleransi bagi aktivitas menyimpang yang merusak adat dan agama di bumi Luhak Nan Tuo.”

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah gerakan moral berskala besar. Langkah ini diambil demi menyelamatkan masa depan generasi penerus dari cengkeraman narkotika dan perilaku seks menyimpang yang kian mengkhawatirkan.

“Tanah Datar adalah daerah yang memegang teguh filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu padu. Kami di legislatif akan mengawal penuh kebijakan dan tindakan tegas di lapangan agar komitmen ini berjalan efektif,” lanjut Anton Yondra.
Aksi nyata ini diperkuat dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh lintas sektoral yang hadir, menandakan keseriusan kolektif dari berbagai institusi.

Didukung penuh oleh Polres Tanah Datar dan Unsur Forkopimda, termasuk Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, untuk tindakan preventif dan represif di lapangan. Dikawal langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar guna menyusun regulasi pendukung yang lebih ketat. Didorong oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk membentengi mahasiswa dan remaja lewat edukasi moral dan mental.
Benteng Adat dan Agama: Diperkuat oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar sebagai penjaga nilai spiritualitas dan norma sosial di tengah masyarakat.
Melalui sinergi kokoh ini, Anton Yondra berharap seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga nagari, aktif melakukan pengawasan demi mewujudkan Tanah Datar yang bersih, religius, dan berbudaya.(Rizal)









