Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahJawa BaratNewsPOLRI

Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres Purwakarta Pimpin Anev dan Rakor Program Jagung Menuju Indonesia Emas

×

Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres Purwakarta Pimpin Anev dan Rakor Program Jagung Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PURWAKARTA (JABAR) – Polres Purwakarta terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas. Salah satunya melalui kegiatan analisis dan evaluasi (Anev) serta rapat koordinasi program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Aula Presisi Polres Purwakarta, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam dan diikuti Kabag SDM, para Pejabat Utama (PJU) Polres Purwakarta serta operator program ketahanan pangan Polres Purwakarta.

Anev dan rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan, khususnya pengembangan komoditas jagung, mulai dari perluasan lahan tanam, peningkatan produksi, penyerapan hasil panen hingga dukungan pembiayaan bagi para petani.

Dalam evaluasi tingkat nasional yang dipimpin Asisten SDM Kapolri Irjen Pol. Drs. Jawari tercatat target luas tanam jagung nasional mencapai 1.000.000 hektare, dengan realisasi sementara sebesar 484.402,20 hektare atau 48 persen. Sementara itu, masih terdapat 515.597,80 hektare yang perlu dikejar untuk memenuhi target.

Dari sisi potensi, luas lahan yang telah terdata mencapai 852.227,63 hektare, sehingga masih terdapat target penambahan potensi lahan sebesar 147.772,22 hektare. Untuk kategori Lahan Baku Sawah (LBS), realisasi tanam baru mencapai 21.381,27 hektare atau 4,30 persen dari target 496.865,65 hektare.

Evaluasi juga mencatat produksi jagung pada kuartal I hingga II tahun 2026 telah mencapai 1.733.152,02 ton. Sementara penyerapan jagung oleh Bulog pada 2026 mencapai 234.535 ton, meningkat sekitar 130,45 persen dibanding total capaian tahun 2025 sebesar 101.773 ton.

Dalam pelaksanaan program tersebut, kontribusi beberapa wilayah seperti Polda Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar dengan total 81,94 persen atau 192.168 ton dari keseluruhan serapan. Namun demikian, masih terdapat 14 Polda dengan capaian penyerapan di bawah 10 persen target sehingga membutuhkan langkah percepatan.

Sementara itu, berdasarkan proyeksi BPS, produksi jagung tongkol kering panen nasional pada Januari hingga Oktober 2026 diproyeksikan mencapai 25,47 juta ton, atau meningkat 1,26 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Tidak hanya produksi dan penyerapan, utilitas gudang pangan Polri juga menjadi perhatian dalam evaluasi. Dari total kapasitas 18.000 ton pada 18 unit gudang, saat ini baru terisi sekitar 3.177 ton atau 18 persen, sehingga masih tersedia kapasitas sebesar 14.823 ton atau 82 persen.

Dari sisi pembiayaan, program ketahanan pangan juga didukung melalui KUR Himbara. Sebanyak 7.552 petani atau kelompok tani binaan Polri di 125 Polres pada 13 Polda telah menerima pembiayaan dengan total plafon mencapai Rp456,08 miliar. Penyaluran terbesar berasal dari BRI sebesar Rp406,37 miliar dan Bank Mandiri sebesar Rp40,26 miliar.

Dalam evaluasi tersebut, Polda Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni 3.600 petani dengan total pembiayaan mencapai Rp232,35 miliar.

Sejalan dengan hasil evaluasi tersebut, terdapat enam penekanan utama yang perlu menjadi perhatian jajaran, yaitu optimalisasi seluruh potensi lahan, percepatan perluasan lahan tanam, peningkatan produktivitas, strategi penyerapan hasil panen yang adaptif, penguatan akses pembiayaan petani, serta evaluasi harian secara berkelanjutan.

Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam melalui Kabag SDM, AKP Randy Freshtiadie, mengatakan hasil Anev tersebut menjadi bahan penting bagi jajaran untuk memastikan pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat daerah berjalan terukur dan sesuai target.

“Program ketahanan pangan membutuhkan kerja yang konsisten, koordinasi lintas sektor dan evaluasi yang berkelanjutan. Setiap potensi lahan harus dioptimalkan, produktivitas ditingkatkan, dan kendala di lapangan harus segera dicarikan solusi agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para petani dan masyarakat,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menegaskan bahwa Polres Purwakarta berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan bukan hanya berbicara tentang peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana petani mendapatkan dukungan, akses pembiayaan, kepastian penyerapan dan hasil yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani dan seluruh stakeholder terkait,” ungkapnya.

Melalui Anev dan rapat koordinasi tersebut, Polres Purwakarta diharapkan mampu semakin memperkuat langkah strategis di lapangan, sehingga program ketahanan pangan tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Purwakarta, Selasa, 15 September 2026.

(Elva-Red)

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan