MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PURWAKARTA (JABAR) – Kemarau panjang yang berlangsung di sejumlah wilayah dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, termasuk jajaran Polsek Sukatani Polres Purwakarta yang turut hadir mendampingi penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Kegiatan berlangsung di Kampung Cigebang RT 08/RW 03, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, dengan melibatkan Kanit Binmas Polsek Sukatani Iptu Ardianto, BPBD Kabupaten Purwakarta, serta Ibu Rini selaku Kasi Ekbang Kecamatan Sukatani.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kemarau panjang. Ketika sumber air warga mengalami penurunan debit, kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi menjadi semakin sulit dipenuhi.

Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyaluran berjalan tertib sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Sinergi lintas instansi diperlukan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara bersama dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam melalui Kapolsek Sukatani, AKP Asep Nugraha menyampaikan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kesulitan akibat kondisi lingkungan.
“Ketika masyarakat mengalami keterbatasan air bersih, kita perlu hadir dan bekerja bersama untuk membantu meringankan kebutuhannya. Polsek Sukatani mendukung langkah pemerintah daerah dalam penanganan dampak kemarau dan memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tertib kepada warga,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau masih berlangsung. Penghematan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak melakukan pemborosan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga.
Terpisah, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur lainnya sangat penting untuk membantu warga yang terdampak kemarau. Polri akan terus mendukung setiap upaya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Masyarakat juga diimbau untuk menjaga sumber air yang masih tersedia agar tetap bersih dan tidak tercemar. Selain itu, warga diharapkan saling membantu apabila terdapat tetangga atau kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa menghadapi kemarau bukan hanya soal menunggu hujan datang, tetapi juga bagaimana seluruh unsur bersama-sama menjaga ketersediaan air dan membantu masyarakat yang terdampak.
Purwakarta, Kamis, 24 September 2026.
(Elva-Red)










