MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PURWAKARTA (JABAR) – Menjadi polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengar, dan menunjukkan kepedulian di tengah kehidupan sosial warga.

Semangat itulah yang ditunjukkan Aipda Abdul Jabar, Ps. Kanit Binmas Polsek Pasawahan sekaligus Bhabinkamtibmas, saat menghadiri tahlil dan doa bersama untuk mengenang 40 hari wafatnya Almagfurlah KH Hasan Basri bin KH Ahmad Su’jai, di Desa Situ, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, Aipda Abdul Jabar tidak sekadar hadir sebagai petugas kepolisian. Ia duduk bersila bersama warga, mengikuti rangkaian tahlil serta melantunkan doa bersama sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga serta masyarakat yang tengah mengenang almarhum.
Kehadiran tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui interaksi langsung dalam berbagai sisi kehidupan warga.
Duduk bersama warga dalam lingkaran tahlilan menjadi bentuk sederhana dari upaya Polri menghapus jarak dengan masyarakat. Tidak ada sekat antara seragam dan warga ketika kepolisian hadir untuk berbagi rasa dan menunjukkan kepedulian.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini mengatakan, kehadiran personel di tengah kegiatan masyarakat merupakan bagian dari implementasi Program Polisi Bersama Masyarakat.
“Polisi Bersama Masyarakat berarti Polri hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Ketika warga berduka, kita hadir untuk memberikan empati dan dukungan moril. Kedekatan seperti inilah yang akan membangun kepercayaan antara masyarakat dan Polri,” ujar Tini.
Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat di wilayah binaannya. Dengan membangun komunikasi dan hubungan yang baik, berbagai persoalan kamtibmas dapat lebih mudah diketahui dan dicegah sejak dini.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat. Hadir, mendengar, peduli dan bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan harmonis,” tambahnya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan keagamaan dan sosial juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, toleransi, kepedulian serta gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui langkah-langkah sederhana tersebut, Polres Purwakarta terus mendorong terwujudnya Polisi Bersama Masyarakat—sebuah komitmen untuk membangun keamanan bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kedekatan, komunikasi, empati dan kepercayaan.
Purwakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
(Elva-Red)










