MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BATUSANGKAR, TANAH DATAR (SUMBAR) ~ Kunjungan Reses Anggota DPR RI Komisi V, H. Zigo Rolanda, S.E., M.M., di Pasar Serikat Batusangkar, Jumat (23/10/2026), berubah menjadi momen teguran keras.

Di hadapan Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, S.E., M.M., dan Sekda Abdurahman Hadi, Zigo Rolanda secara tegas dan korektif menegur Asisten II Bupati bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ten Feri, terkait buruknya persiapan pembangunan Pasar Serikat Batusangkar.
Kekecewaan Zigo Rolanda memuncak setelah fakta di lapangan terungkap. Berdasarkan pantauan dan wawancara langsung dengan para pedagang saat kunker, Zigo Rolanda menemukan belum ada satu pun sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana pembangunan Pasar Batusangkar.

Padahal, proyek puluhan miliar dari anggaran pusat tersebut akan segera masuk tahap lelang.
Didampingi Ketua DPRD Anton Yondra, Zigo Rolanda tampak menunjukkan gambar desain pasar kepada Ten Feri dan mengingatkan agar segera melakukan sosialisasi kepada para pedagang pasar Batusangkar.
“Karena persiapan pembongkaran. Pengalaman saya Pasar Raya, sebelum lelang itu sudah kosong, supaya lelang kan hanya empat puluh lima hari, begitu selesai langsung kerja,” tegas Zigo Rolanda kepada Ten Feri dengan nada kecewa.
Anggota DPR RI yang membidangi infrastruktur ini menekankan, pasar harus sudah dalam kondisi kosong total sebelum proses lelang dimulai. Hal ini untuk menghindari molornya waktu pelaksanaan proyek yang lelangnya hanya 45 hari.
Zigo Rolanda juga menyoroti standar pembangunan pasar yang harus sesuai standar Kementerian Perdagangan (Perindag), termasuk akses, kios-kios, dan toko-toko masyarakat agar tidak menimbulkan masalah sosial di kemudian hari.
“Ini standar Perindag. Kalau tidak dikosongkan dulu, nanti begitu lelang selesai, pedagang masih di dalam, pekerjaan tidak bisa dimulai. Desember kejar tayang, kasihan toko-toko masyarakat, kios-kios segala macam,” koreksi keras Zigo Rolanda.
Teguran korektif tersebut membuat Asisten II Ten Feri hanya terdiam sambil mencatat dan memegang dokumen. Sementara Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra yang berada di samping Zigo Rolanda mengangguk dan turut memberikan penegasan agar Pemda Tanah Datar serius menindaklanjuti arahan dari pusat.
Zigo Rolanda menegaskan dirinya sangat kecewa dengan kinerja Asisten II. Menurutnya, tanpa sosialisasi, pedagang akan menjadi korban dan proyek yang telah ia perjuangkan mati-matian di pusat akan terhambat hanya karena persoalan teknis persiapan lahan yang tidak tuntas.
“Saya yang perjuangkan anggarannya di pusat, puluhan miliar. Jangan sampai gagal hanya karena kita tidak sosialisasi ke pedagang. Ini tanggung jawab Asisten II,” pungkas Zigo Rolanda.
Kunjungan ini menjadi bukti peran pengawasan tegas DPR RI terhadap proyek strategis daerah, agar pembangunan Pasar Serikat Batusangkar berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan benar-benar berpihak kepada pedagang rakyat.(Rizal).










