Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
AcehBeritaDaerahNews

*Bunda Tangguh dan Harapan Anak Anak Yatim di Balik Dinding Terpas Anyaman Rapuh*

×

*Bunda Tangguh dan Harapan Anak Anak Yatim di Balik Dinding Terpas Anyaman Rapuh*

Sebarkan artikel ini

Kondisi dalam rumah yang selama ini ditempati Ibu Radema bersama 2 yatimnya, di gampong Beuringen, Aceh Utara ditengah dana otsus Aceh yang melimpah

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | ACEH UTARA ~ Di sebuah sudut Gampong persis di kaki bukit dusun cot lhok Beuringen, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, berdiri sebuah rumah reyot berdinding anyaman bambu yang nyaris roboh dimakan usia. Atapnya bocor, lantainya tanah, dan sebagian dindingnya telah lapuk berlubang. Namun di rumah itulah seorang ibu tangguh menjalani hidup bersama dua anak yatimnya dengan penuh kesabaran.

Relawan LAZISKAHMI, Lailan F. Saidina bersama tim, yang turun langsung menyerahkan bantuan

Kondisi memilukan itu mengetuk hati para relawan LAZISKAHMI untuk menyambangi langsung keluarga kecil ini, pada Kamis (14/5/2026). Melalui program pemberdayaan “Bunda Tangguh”, lembaga tersebut menyalurkan stimulus modal usaha mikro kepada sang ibu sebagai upaya membantu dirinya bangkit dan mandiri demi menyambung kehidupan keluarga kecilnya.

Bantuan tersebut bukan sekadar uang atau modal usaha, melainkan bentuk kepedulian dan harapan agar sang ibu tetap memiliki semangat untuk bertahan di tengah himpitan ekonomi dan keterbatasan tempat tinggal yang jauh dari kata layak.

Tuan rumah, Razma yang akrab disapa warga setempat dengan Radema, janda miskin dengan 2 anak yatim ini mengaku mereka harus mengungsi ke rumah tetangga setiap hujan, karena atap bocor dan dinding bolong, Kondisi memprihatinkan ini sudah dijalaninya selama belasan tahun sejak ditinggal mati suaminya.

Relawan LAZISKAHMI, Lailan F. Saidina bersama tim, yang turun langsung menyerahkan bantuan mengaku sangat tersentuh melihat kondisi keluarga tersebut. Menurutnya, kemiskinan tidak pernah menghilangkan kemuliaan hati seorang ibu yang terus berjuang demi anak-anaknya.

“Ketika kami masuk ke rumah ini, hati kami benar-benar terenyuh. Di balik dinding bambu yang rapuh ini ada seorang ibu yang tetap tegar membesarkan dua anak yatimnya dengan penuh kasih sayang, Mereka tidak meminta hidup mewah, hanya ingin tempat tinggal yang aman saat hujan datang dan anak-anak bisa tidur tanpa rasa takut,” ujar Lailan dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, program “Bunda Tangguh” bukan hanya tentang bantuan modal usaha, tetapi juga tentang menghidupkan kembali harapan keluarga dhuafa, khususnya ibu single parent agar tidak merasa sendiri menghadapi kehidupan.

“Kami percaya, sekecil apa pun bantuan, jika dilakukan dengan ketulusan, bisa menjadi cahaya bagi mereka yang sedang berada dalam gelap. Hari ini kami membawa stimulus usaha kecil, namun kami juga membawa pesan kepada para dermawan bahwa keluarga ini sangat membutuhkan rumah yang layak untuk dihuni,” tambah Lailan.

Selain memberikan bantuan modal usaha, LAZISKAHMI juga mengkampanyekan kondisi keluarga tersebut kepada masyarakat luas, dengan harapan ada donatur yang tergerak membantu pembangunan rumah layak huni bagi ibu dan kedua anak yatim itu.

Kini, di tengah keterbatasan dan kesunyian kampung, secercah harapan mulai tumbuh. Harapan bahwa masih ada tangan-tangan baik yang peduli, masih ada hati yang tergerak untuk membantu sesama, dan masih ada kesempatan bagi keluarga kecil itu untuk hidup lebih layak dan bermartabat.

Program kemanusiaan seperti ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang hampir kehilangan asa dalam hidupnya.

( Zubir – Red )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan