MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | SUKABUMI (JABAR) ~ Pelaksanaan proyek revitalisasi SMP PGRI 3 Cisolok dengan nilai anggaran Rp 1,14 miliar diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

Informasi yang terpampang dari papan proyek menerangkan, proyek tersebut berupa bantuan pemerintah program revitalisasi satuan Pendidikan yang bersumber dari anggaran APBN 2026 dengan nilai Rp. 1.149.127.000 untuk pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan.
Adapun temuan tersebut muncul setelah tim awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek, pada Selasa (19/05/2026). Awak media melihat beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan standar pelaksanaan, serta minimnya penggunaan alat pelindung diri oleh pekerja.
Upaya konfirmasi ke pihak sekolah belum membuahkan hasil. Saat didatangi, kepala sekolah sedang tidak ada di kantor. Hal yang sama terjadi pada Ketua P2SP yang juga tidak berada di lokasi proyek.
Proyek revitalisasi SMP PGRI 3 Cisolok sebelumnya disampaikan sebagai program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Anggaran sebesar Rp 1,14 miliar bersumber dari dana pemerintah dan ditujukan untuk perbaikan 3 ruang kelas, Pembangunan ruang perpustakaan dan juga sumur bor.
pekerjaan yang di Mengunakan Anggaran Dari pemerintah pusat tersebut dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi dan mengutamakan keselamatan pekerja serta siswa.
Publik meminta dinas terkait dan pengawas proyek untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan administrasi maupun teknis.memastikan dana Rp 1,14 miliar digunakan sesuai peruntukan dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Ketua P2SP terkait dugaan ketidaksesuaian spek dan pengabaian K3
(Cucup Kabiro Sukabumi -Red )









