MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | TANAH DATAR (SUMBAR) – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026 dengan penuh khidmat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., membacakan amanat resmi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Peringatan tahun ini mengusung tema nasional yang sangat krusial, yaitu “Ayah Wajib Hadir”.

Dalam pidatonya, Bupati Eka Putra menyoroti fenomena fatherless atau minimnya peran figur ayah yang saat ini marak terjadi. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan fisik dan kedekatan emosional seorang ayah dalam pengasuhan anak mutlak diperlukan. Selain itu, keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam membentuk moral, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta ketahanan bangsa guna menghadapi tantangan global.

“Kita juga harus terus menuntaskan masalah gizi buruk dan stunting. Fokus utama kita adalah pemenuhan nutrisi optimal sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak melalui pola asuh gotong royong atau shared parenting,” ujar Bupati Eka Putra di hadapan para peserta upacara.

Acara yang berlangsung tertib ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting daerah, di antaranya:
Ketua DPRD Anton Yondra, S.E., M.M., Ny. Lise Vebrina,
Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi.
Sekda Abdurrahman Hadi, S.STP, M.Si.
Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K. beserta PJU Polres.
Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Dr. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D.
Ketua Pengadilan Agama Rina Eka Fatma, S.H.I., M.Ag.
Kepala Kesbangpol Drs. Mukhlis.
Ketua LKAAM H. Aresno Datuk Andomo, S.Ag., beserta unsur Forkopimda, para Wali Nagari, Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.
Hari Keluarga Nasional sendiri secara historis ditetapkan setiap tanggal 29 Juni melalui Keppres No. 39/2014. Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi sejarah reuni para pejuang kemerdekaan dengan keluarga mereka pada Juni 1949 silam. Melalui gerakan Keluarga Berencana (KB) dan pengasuhan aktif, Harganas ke-33 diharapkan menjadi simbol kebangkitan ketahanan nasional menuju Indonesia maju. (Rizal).









