MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | JAKARTA – Kondisi Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, semakin memprihatinkan. Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung yang berdampak pada penurunan omzet penjualan dalam beberapa tahun terakhir. Maraknya perdagangan melalui platform online dan media sosial dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya aktivitas belanja secara langsung di pusat perbelanjaan tersebut, Selasa (21/7/2026).

Para pedagang mengaku jumlah pembeli terus menurun sehingga banyak kios yang memilih tutup karena tidak mampu menutupi biaya operasional dan sewa yang cukup mahal. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengantisipasi dan mengambil langkah nyata agar pusat perdagangan konvensional tetap mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital On Line.

Menurut para pedagang yang di investigasi, selain pembinaan untuk beradaptasi dengan pemasaran digital, pemerintah juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap praktik perdagangan yang tidak sehat serta menciptakan persaingan yang adil antara pedagang offline dan online. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ribuan pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas perdagangan di pusat grosir secara Konvensional atau Off Line.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga pernah menerima keluhan serupa dari pedagang PGC terkait penurunan penjualan akibat maraknya perdagangan daring. Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pembinaan UMKM dan pengawasan terhadap aturan perdagangan guna menciptakan persaingan usaha yang sehat.

Para pedagang berharap adanya kebijakan yang mampu menghidupkan kembali pusat-pusat perdagangan tradisional dan grosir, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak dan usaha mereka tetap bertahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Tim Redaksi : Jo Partogi (kaperwil Dki )









