MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KAYONG UTARARA (KALIMANTAN BARAT) ~ Kondisi oprit atau tanjakan pada Jembatan Padu di Kabupaten Kayong Utara saat ini menjadi sorotan dan keluhan serius dari para pengguna jalan. Cekungan yang terbentuk di sambungan antara badan jalan dan jembatan dilaporkan semakin dalam dan melebar, sehingga sangat membahayakan keselamatan pengendara.
Informasi ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah dilansir oleh media sosial Facebook Kayong Informasi. Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas adanya perbedaan tinggi permukaan jalan yang cukup ekstrem di kedua sisi tanjakan jembatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, setiap kendaraan yang melintas, terutama dengan kecepatan sedang, akan mengalami hentakan keras. Dampak paling parah dirasakan oleh pengendara sepeda motor.
“Banyak motor yang kandas, bagian bawah mesin atau standar tengahnya terhentak aspal. Kalau bawa barang atau boncengan, pasti kena. Kap mesin mobil-mobil ceper juga rawanl” ujar salah satu warga yang melintas, dikutip dari kolom komentar Kayong Informasi.
Potensi Bahaya dan Kerusakan Kendaraan akibat Cekungan yang dalam tersebut menimbulkan sejumlah risiko:
- Kerusakan Kendaraan: Hentakan keras berpotensi merusak pelek, suspensi, bak oli mesin motor, dan kap mesin mobil pribadi.
- Risiko Kecelakaan: Pengendara roda dua yang tidak mengetahui kondisi jalan bisa hilang keseimbangan saat menghantam cekungan, terutama pada malam hari minim penerangan dan saat hujan.
- Kemacetan Mendadak: Pengendara terpaksa mengerem mendadak dan memperlambat laju secara ekstrem sebelum melintasi tanjakan, yang berisiko menyebabkan tabrakan beruntun dari belakang.
Warga menduga cekungan ini terjadi akibat penurunan tanah oprit (settlement) dan diperparah oleh intensitas kendaraan bermuatan berat yang melintas setiap hari serta kondisi cuaca.
Desakan Warga: Segera Diperbaiki
Melalui rilis ini, masyarakat pengguna jalan Jembatan Padu berharap agar Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan inspeksi dan penanganan darurat.
Penanganan sementara dengan memberi tanda peringatan atau menimbun cekungan sangat diharapkan, sebelum dilakukan perbaikan permanen berupa pengecoran ulang atau peninggian kembali oprit jembatan agar rata dengan badan jembatan.
Diimbau kepada seluruh pengendara yang akan melintasi Jembatan Padu untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan sejak 50 meter sebelum tanjakan, dan menjaga jarak aman antar kendaraan.
Semoga laporan ini menjadi atensi bersama demi keselamatan kita semua.
Sumber informasi awal: Facebook Kayong Informasi – Kab. Kayong Utara.
Al Badri. Kaperwil Media Investigasi Mabes. Co. Id Kalimantan Barat.









