MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | JAKARTA – Kebanggaan menyelimuti masyarakat Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Putra terbaik daerah tersebut, Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Metro Jakarta Timur.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Hendri Umar menggantikan Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan. Mutasi ini merupakan bagian dari rotasi 264 perwira tinggi dan perwira menengah Polri pada awal November 2026.

Sebelum mendapat penugasan tersebut, Hendri Umar menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK. II Bareskrim Polri. Kini, ia dipercaya memimpin jajaran Polres Metro Jakarta Timur, salah satu wilayah strategis dengan kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di Ibu Kota.
Hendri Umar lahir di Solok pada 26 Februari 1981. Ia menghabiskan masa pertumbuhan di Kota Solok dan Nagari Salayo, kampung halaman ibundanya. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 03 Kota Solok, sementara pendidikan agama diperolehnya di MDA Masjid Raya Salayo. Lingkungan keluarga dan pendidikan keagamaan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai kehidupan yang dipegangnya.

Prestasi akademiknya telah terlihat sejak usia dini. Sejak sekolah dasar, Hendri dikenal konsisten meraih peringkat pertama. Capaian tersebut berlanjut ketika menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Kota Solok, hingga kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara, Magelang. Perjalanan pendidikannya berlanjut di Akademi Kepolisian dan menjadi bagian dari angkatan 2002.
Dalam perjalanan karier kepolisian, Hendri Umar telah menempati sejumlah posisi strategis dan menjalani penugasan di berbagai wilayah serta satuan kerja. Di antaranya Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polres Metro Jakarta Barat, Surabaya, Tanjung Perak, Spripim Kapolri, Kapolres Malang, Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya, hingga Kapolresta Samarinda. Pengalaman lintas wilayah dan fungsi tersebut menjadi bekal penting dalam mengemban tanggung jawab barunya.
Bagi masyarakat Nagari Salayo, penugasan ini bukan sekadar pencapaian karier seorang perwira Polri, melainkan juga kebanggaan bagi kampung halaman. Sosok yang dahulu tumbuh dan menimba ilmu agama di Masjid Raya Salayo kini dipercaya mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Ibu Kota.
Amanah sebagai Kapolres Metro Jakarta Timur tentu menuntut kepemimpinan yang profesional, integritas yang kuat, serta komitmen dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat.
Dari Nagari Salayo untuk Jakarta, dari Solok untuk Indonesia. Semoga amanah baru ini menjadi momentum pengabdian yang semakin nyata bagi institusi Polri dan masyarakat.
(Rizal, Humas Polresta Samarinda/Humas Polri)










