MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KABUPATEN BEKASI (JAWA BARAT) — Dukungan terhadap keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, menguat dari berbagai elemen masyarakat. TPST yang berlokasi di Kampung Turi, RT 05 RW 05 tersebut dinilai menjadi solusi konkret dalam penanganan persoalan sampah warga setempat.

Dukungan ini mencuat usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Gakkum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bersama Camat Tambun Utara dan Pemerintah Desa Sriamur, Senin (20/04/2026).
Tokoh masyarakat Desa Sriamur, Nde Daeng, menegaskan bahwa keberadaan TPST yang dikelola oleh Kepala Dusun setempat telah memberikan manfaat signifikan bagi warga. Menurutnya, tanpa TPST, potensi pembuangan sampah secara liar akan meningkat dan berisiko memperburuk kondisi lingkungan.

“Keberadaan TPST ini sangat membantu masyarakat. Tanpa fasilitas ini, warga berpotensi membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya pembenahan dalam pengelolaan, khususnya terkait penataan sampah agar tidak menumpuk seperti gunungan dan menimbulkan bau tidak sedap. Ia turut mendorong adanya penanganan terpadu, termasuk normalisasi aliran Kali Bekasi melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait.

Pandangan serupa disampaikan tokoh pemuda setempat, Lalan Wahyufi Sulaeman. Ia menolak wacana penutupan TPST karena dinilai akan menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh keberadaan TPST. Penutupan justru berpotensi membuat warga kebingungan dan akhirnya membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa pencemaran Kali Bekasi tidak semata bersumber dari TPST, melainkan diduga berasal dari limbah industri dan fasilitas kesehatan di sekitar wilayah tersebut.
Sementara itu, perwakilan warga Dusun 3, Suri, menyampaikan bahwa TPST telah memberikan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, terlebih dengan adanya kerja sama pengangkutan ke TPA Burangkeng.
Menurutnya, keberadaan TPST tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga sosial-ekonomi, karena mampu menyerap tenaga kerja lokal. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk pengembangan fasilitas serta penambahan armada operasional.
“TPST ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga membantu membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, masyarakat Desa Sriamur menilai keberadaan TPST tetap diperlukan, dengan catatan adanya peningkatan tata kelola agar lebih tertib, higienis, dan berkelanjutan.
( Marulloh Kabiro Kab.Bekasi – Red )









