MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PASAMAN BARAT (SUMBAR) — Luka fisik bisa sembuh, tapi trauma mendalam kini menghantui Rafael, santri Darul Mursyidin Kapa. Video kekerasan berdurasi 90 detik yang viral di media sosial jadi alarm keras bagi nurani publik.

Dalam rekaman itu, Rafael — putra seorang nelayan — tersungkur di kebun sawit, dihujani pukulan dan tendangan oleh orang yang ia kenal. Kejadian Senin malam, 27 April 2026 itu mencoreng visi pesantren sebagai tempat suci menimba ilmu.
Seorang santri seharusnya belajar agama, bukan menerima kekerasan. Rafael adalah tumpuan harapan ayahnya, nelayan yang menggantungkan masa depan anak pada pendidikan pesantren. Kini harapan itu bersimbah duka.
Publik menanti ketegasan. Proses hukum harus transparan dan memberi efek jera. Jangan biarkan pelaku melenggang tanpa sanksi setimpal.

Video merekam pembiaran. Saksi hanya menonton saat kekerasan terjadi. Ini luka sosial yang harus disembuhkan dengan kepedulian.
Anggota DPRD Pasaman Barat Endra Yama Putra yang pertama membagikan kisah ini menyuarakan kegelisahan orang tua: Cukup satu Rafael. Jangan ada korban lain karena kebisuan dan kekejaman.
Dunia pendidikan, khususnya pesantren, harus kembali jadi oase yang menyejukkan, bukan ladang trauma, ungkap nya.
Publik menunggu langkah nyata aparat dan institusi terkait untuk memulihkan martabat korban dan menegakkan keadilan.
Pernyataan Wali Nagari Kapa
Wali Nagari Kapa, Nofrizon Kapa dalam situs resmi Pemerintahan Nagari Kapa menyampaikan pernyataan Pemerintah Nagari Kapa membenarkan terjadinya perundungan terhadap seorang santri Pondok Pesantren Darul Mursyidin di wilayahnya. Pemerintah Nagari sangat menyayangkan insiden tersebut dan menegaskan tidak membenarkan segala bentuk kekerasan terhadap anak. Pihak yang terlibat tidak seluruhnya merupakan warga Nagari Kapa.
Saat ini kasus ditangani oleh DP3AKB Kabupaten Pasaman Barat, pihak Pondok Pesantren Darul Mursyidin, dan Pemerintah Nagari Kapa dengan mengedepankan perlindungan korban. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan video atau informasi yang belum utuh, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak,ungkap Nofrizon Kapa.
(Rizal, Pemerintahan Nagari Kapa)









