Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsSumatera Barat

Orkestrasi Kebersamaan di Desa Bato: PKTD Menggerakkan Warga, Menguatkan Daya Saing Desa

×

Orkestrasi Kebersamaan di Desa Bato: PKTD Menggerakkan Warga, Menguatkan Daya Saing Desa

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PARIAMAN (SUMBAR) — Desa Bato menghadirkan potret kolaborasi yang solid melalui pelaksanaan gotong royong (goro) dalam kerangka program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 Mei 2026 ini menjadi manifestasi nyata sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam merawat ruang hidup sekaligus memperkuat kohesi sosial, Sabtu (2/5/2026).

Di bawah pendampingan Kepala Desa Bato, Syafrial Syam, S.E., kegiatan berjalan tertib dan terarah. Kehadiran pimpinan di lapangan tidak semata simbolik, melainkan berfungsi sebagai penggerak moral yang memastikan partisipasi warga tetap tinggi dan terkoordinasi.

Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kebersihan, penataan lingkungan, dan estetika kawasan permukiman. Namun lebih dari itu, PKTD di Desa Bato merepresentasikan instrumen pemberdayaan yang mengintegrasikan kerja kolektif dengan nilai produktivitas—sebuah pendekatan yang mempertemukan dimensi sosial dan ekonomi secara seimbang.

“Lingkungan kami menjadi lebih bersih dan tertata, sementara kebersamaan antarwarga semakin kuat,” ujar seorang warga, menegaskan dampak ganda yang dirasakan langsung di tingkat komunitas.

Catatan lapangan menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten, kedisiplinan kerja yang terjaga, serta koordinasi yang efektif antarpemangku kepentingan desa. Dalam beberapa waktu terakhir, Desa Bato juga dinilai mengalami peningkatan pada aspek kenyamanan dan kebersihan, yang kian memperkuat fondasi daya saing desa.

Tim Media Investigasi Mabes.co.id—melalui Dedi Kurnia (Kabiro Pariaman) dan Rusman Efendi SMI (Kabiro Jakarta)—mencatat bahwa praktik kolaboratif seperti ini layak menjadi rujukan. Dengan pengelolaan yang akuntabel dan keberlanjutan program yang terjaga, PKTD berpotensi menjadi katalis bagi pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, Desa Bato menunjukkan bahwa ketika kepemimpinan yang hadir di tengah warga bertemu dengan partisipasi publik yang kuat, maka gotong royong tidak sekadar tradisi—melainkan strategi pembangunan yang efektif dan berdaya tahan.

((Dedi Kurnia Kabiro Pariaman & Rusman Efendi SMI Kabiro jakarta)

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan