
SUHELMI, S.H.Calon Wali Nagari Kayutanam No Urut 3, periode 2026–2034
MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KAYUTANAM (PADANG PARIAMAN) ~ Dinamika pemilihan Wali Nagari Kayutanam periode 2026–2034 semakin menarik perhatian publik. Salah satu figur yang mencuat dengan gagasan visioner dan pendekatan yang matang adalah Suhelmi, S.H., calon nomor urut 3. Dengan mengusung motto “Bersama Membangun Nagari, Saiyo Sakato”, Suhelmi tampil membawa semangat kebersamaan dan komitmen kuat untuk mendorong kemajuan Nagari Kayutanam secara berkelanjutan.


SUHELMI, S.H.Calon Wali Nagari Kayutanam No Urut 3, periode 2026–2034
Sebagai sosok yang memiliki latar belakang pendidikan hukum, Suhelmi, S.H., menempatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi utama dalam kepemimpinannya. Ia menyadari bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal sosial terbesar dalam membangun nagari yang maju dan mandiri.
Dalam visi besarnya, Suhelmi, S.H., bertekad mewujudkan Nagari Kayutanam yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai religius dan adat. Ia menilai bahwa pembangunan tidak semata soal infrastruktur fisik, melainkan juga pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Suhelmi merumuskan sejumlah langkah strategis yang terukur. Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama, dengan pendekatan yang cepat, transparan, dan tanpa diskriminasi. Ia juga menaruh perhatian serius pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian, UMKM, dan potensi pariwisata lokal yang dinilai masih sangat menjanjikan.
Di sisi lain, Suhelmi, S.H., menegaskan pentingnya menciptakan pemerintahan yang amanah dan terbuka terhadap partisipasi masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari dialog dan keterlibatan aktif warga nagari.
Tidak kalah penting, ia juga menyoroti pembangunan generasi muda sebagai investasi masa depan. Program pendidikan, pelatihan keterampilan, serta kegiatan positif bagi pemuda akan menjadi bagian integral dari arah kebijakannya. Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk memperkuat nilai-nilai “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” sebagai identitas sosial masyarakat Kayutanam.
Dalam aspek pembangunan, Suhelmi, S.H., berjanji untuk mendorong pemerataan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, irigasi, hingga fasilitas umum lainnya. Ia juga memastikan bahwa kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, menjadi perhatian utama melalui program bantuan yang tepat sasaran dan berbasis pemberdayaan.
Dengan konsep kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada hasil, Suhelmi, S.H. menawarkan sebuah arah baru bagi Nagari Kayutanam—arah yang menekankan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Kini, harapan itu kembali kepada masyarakat. Di tengah kebutuhan akan pemimpin yang visioner dan berintegritas, kehadiran Suhelmi, S.H., menjadi salah satu alternatif yang patut diperhitungkan dalam menentukan masa depan Nagari Kayutanam ke depan.
( Hadi Nofril /Abeng – Redaksi )









