MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BLORA (JAWA TENGAH) ~ Kesabaran warga Randublatung, Blora akhirnya jebol. Jalan raya Randublatung–Cepu yang rusak parah belum juga diperbaiki. Bukannya demo, warga malah “berkebun” di tengah jalan. Mereka tanam pohon pisang dan uruk lubang pakai grosok.

Aksi nyeleneh tapi nyindir itu muncul setelah pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Rembug Pembangunan Jateng 2026, Kudus. Sebelumnya Wabup Blora Sri Setyorini udah ngeluh soal jalan provinsi ini. Tapi jawaban Gubernur malah bikin warga kecewa.

“Pernyataan gubernur terkesan menyepelekan. Katanya masyarakat nggak paham status jalan,” ujar salah satu warga.
Aksi warga turun ke jalan ini dikawal Kapolsek Randublatung Iptu Sugiyanto dan Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto biar tetap tertib.

Saat truk mulai nurunin grosok sebanyak 10 dum secara bergantian, antrean kendaraan langsung ngular panjang sampai 2 km. Mumpung macet, para pemuda langsung gercep. Sebagian lubang ditutup grosok, sebagian lagi ditanami pohon pisang. Simbolnya jelas: kalau pemerintah nggak ngopeni, warga yang ngelakoni.
Sunoto, warga yang ikut aksi, nggak bisa nutupin kekecewaannya. “Prihatin mas. Jalan rusak udah lama, tiap hari dilalui truk, tapi perbaikannya nggak jelas kapan,” katanya, Minggu, (31/5/2026).
Pohon pisang di tengah jalan bukan vandalisme. Itu bahasa protes warga Blora yang udah capek janji. “Ngopeni ngelakoni” — kalau nggak diurus, ya kami yang ngerjain sendiri.
Padahal jalan ini sekarang jadi jalur utama kendaraan berat. Jalur Ngraho–Bojonegoro dipasang portal, jadi semua ngalir ke Randublatung–Cepu. Bebannya berat, rusaknya makin parah.
DPU BMCK Jateng sebelumnya bilang ruas ini udah diusulkan ke program Inpres Jalan Daerah dengan anggaran Rp 22 miliar.
(Hamam Kabiro Blora )









