MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | KAB. BANDUNG (JAWA BARAT) – Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan 27 dari 31 kecamatan di wilayahnya masuk status siaga darurat kekeringan. Untuk mengantisipasi musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga November 2026, Pemkab Bandung menyiapkan distribusi air bersih, pemasangan toren air, hingga pompa sawah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, langkah antisipasi sudah dimulai sejak dua bulan lalu setelah BMKG memprediksi potensi kemarau lebih panjang dan kering.
“Dari 31 kecamatan, yang terdampak siaga darurat kekeringan ada 27 kecamatan. Dua bulan lalu kami sudah rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk PDAM,” kata KDS di Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2026).

Langkah pertama, BPBD Kabupaten Bandung diminta memetakan titik-titik rawan kekeringan sebagai dasar percepatan distribusi air bersih. Sementara Perumda Air Minum Tirta Raharja ditugaskan memasang toren atau tangki air di setiap kecamatan, khususnya di wilayah yang dekat dengan titik rawan.
“PDAM akan memasang toren di masing-masing kecamatan atau di daerah yang mendekati titik lokus. Ini agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Di sektor pertanian, Pemkab Bandung mengusulkan 547 daerah irigasi ke pemerintah pusat untuk ditangani. Dari jumlah itu, 117 titik ditetapkan prioritas. Sebagian besar berada di sekitar aliran Sungai Citarum sehingga bisa dilakukan pemompaan air untuk irigasi.
“Jangan sampai terjadi gagal panen. Dinas Pertanian kami dorong menyediakan pompa agar sawah yang akan tanam maupun yang akan panen tidak kehabisan air,” tegas KDS.
Pemkab juga menyiapkan skema pemanfaatan air Sungai Citarum sebagai sumber irigasi alternatif demi menjaga ketahanan pangan saat curah hujan menurun.
Berdasarkan data BMKG, 51 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal pada Juni 2026. Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga November, dengan 64 persen wilayah berpotensi masih di bawah normal.
Di Kabupaten Bandung, wilayah Cileunyi diprediksi baru akan memasuki musim hujan pada November 2026.
KDS mengimbau masyarakat bijak menggunakan air.
“Manfaatkan air sebaik mungkin. Jangan sampai menghambur-hamburkan air sehingga kebutuhan pokok masyarakat untuk air minum bisa terganggu,” pungkasnya.
Kabiro, (Dede Setiawan)









