MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BEKASI (JAWA BARAT) — Suasana hangat mewarnai kegiatan “Ngopi Bareng dan Diskusi Bersama Bang Nirwan” yang digelar di Perumahan Pondok API 1, Kampung Pangkalan, RT 22/RW 04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu malam (29/8/2026).

Puluhan warga yang merupakan perwakilan dari sejumlah blok hadir sejak sekitar pukul 19.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan sekaligus menyerap gagasan dan komitmen Akhmad Nirwan Ramdani, yang akrab disapa Bang Nirwan, sebagai calon Kepala Desa Kedung Pengawas periode 2026–2034.

Dalam sesi diskusi, warga secara khusus menyoroti dua persoalan yang dinilai telah berlangsung cukup lama, yakni banjir serta persoalan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
Persoalan banjir menjadi salah satu keluhan utama warga. Mulyadi, Ketua RT setempat, menyampaikan bahwa genangan kerap terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Bahkan, menurutnya, luapan Kali Bekasi pada kondisi tertentu turut berpotensi menggenangi kawasan permukiman.

“Setiap kali hujan, bahkan ketika terjadi luapan Kali Bekasi, air sering masuk ke permukiman. Kondisi ini diperparah dengan tanggul yang belum dibeton serta sistem drainase yang belum optimal, termasuk persoalan resapan air,” ujar Mulyadi dalam forum tersebut.
Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan keresahan terkait keberadaan dan pengelolaan fasum serta fasos yang dinilai belum memberikan kepastian pelayanan lingkungan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bang Nirwan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan warga dalam menyampaikan persoalan secara langsung.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menyampaikan aspirasi. Ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Insyaallah, apabila saya diberi amanah, aspirasi tersebut akan saya tindaklanjuti dan menjadi salah satu prioritas dalam program kerja,” kata Bang Nirwan.
Ia juga menegaskan bahwa terdapat aspek kewenangan yang perlu diperhatikan, khususnya terkait status fasum dan fasos yang belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah.
“Selama belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah, tentu kewenangan kita masih terbatas. Namun, kita tidak akan tinggal diam. Saya akan berupaya mencari solusi terbaik demi kepentingan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Khoirudin, yang akrab disapa Jawir, menambahkan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi bagian penting dalam merumuskan arah program kerja Bang Nirwan apabila nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Kedung Pengawas.
Menurutnya, ruang dialog seperti Ngopi Bareng penting untuk membangun komunikasi dua arah antara calon pemimpin desa dan masyarakat.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi juga memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan seperti banjir, drainase, tanggul, fasum dan fasos masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius, koordinasi lintas pihak, serta kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Warga berharap setiap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana dalam forum diskusi, melainkan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dan terukur apabila Bang Nirwan nantinya mendapat mandat masyarakat untuk memimpin Desa Kedung Pengawas.
( Marulloh Kabiro Kab.Belasi )










