MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PURWAKARTA (JABAR) – Menjelang perubahan musim, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar. Saluran air yang dipenuhi sampah dan endapan dapat menghambat aliran air ketika hujan turun, sehingga meningkatkan risiko genangan di lingkungan masyarakat.

Upaya pencegahan tersebut dilakukan Polsek Bungursari Polres Purwakarta bersama unsur Muspika Kecamatan Bungursari melalui kegiatan “NGOSREK” di kawasan Pasar Sasagaran, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan saluran air dan lingkungan sekitar Pasar Sasagaran sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Personel bersama unsur terkait membersihkan sampah, material yang berpotensi menyumbat saluran, serta merapikan lingkungan di sekitar kawasan pasar.

Kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan wisata masyarakat.
Pasar Sasagaran merupakan destinasi kuliner tematik dengan konsep pasar tradisional yang menghadirkan beragam jajanan dan makanan khas tradisional. Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal sekaligus daya tarik wisata kuliner di Desa Dangdeur.

Karena itu, menjaga kebersihan kawasan menjadi bagian penting agar lingkungan pasar tetap asri, sehat, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung, khususnya ketika aktivitas pasar berlangsung pada akhir pekan.
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam melalui Kapolsek Bungursari, Kompol R. Dandan Nugraha Gaos, mengatakan kegiatan NGOSREK merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus melakukan langkah pencegahan menghadapi musim hujan.
“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Saluran air yang bersih dan tidak tersumbat sangat penting untuk mengurangi potensi genangan saat hujan turun,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan lingkungan dapat ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kawasan Pasar Sasagaran yang menjadi lokasi kegiatan juga memiliki nilai penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kecamatan Bungursari mencatat Pasar Sasagaran sebagai pasar tradisional yang dikembangkan dengan konsep kuliner khas zaman dulu dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku usaha.
Karena itu, kebersihan kawasan perlu dipelihara secara berkelanjutan. Pedagang maupun pengunjung diharapkan tidak membuang sampah ke saluran air dan membiasakan memilah serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Terpisah, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan nyaman.
“Persiapan menghadapi musim hujan tidak hanya dilakukan saat terjadi banjir atau genangan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar, salah satunya dengan memastikan saluran air tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan menjaga lingkungan sebagai kebiasaan bersama, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan kerja bakti.
“Hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air tetap bersih, dan ikut membersihkan lingkungan dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan NGOSREK tersebut, Polsek Bungursari bersama Muspika tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sendiri.
Pasar yang bersih membuat pengunjung nyaman, saluran yang lancar membantu mencegah genangan, dan lingkungan yang terawat menjadi tanggung jawab bersama.
Purwakarta, Jumat, 25 September 2026.
(Elva-Red)










