MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BATUSANGKAR (SUMBAR) ~ Di tengah selimut kabut asap yang menyelimuti Sumatera Barat tidak terkecuali Batusangkar, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengambil langkah yang tidak mudah: tetap menggelar Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026.

Keputusan yang dilematis dan pro kontra menuai pendapat. Di satu sisi, kualitas udara mengancam kesehatan. Di sisi lain, puluhan ribu pelaku UMKM, peternak kuda, dan pedagang Pasar Batusangkar sangat menggantungkan harapan ekonomi mereka pada alek anak nagari ini.
“Ini kebijakan sulit. Melarang berarti mematikan ekonomi rakyat, menggelar tanpa perhitungan berarti mempertaruhkan kesehatan. Kami memilih jalan tengah,” ujar Bupati Eka Putra usai hari pertama pacu kuda di Gelanggang Dang Tuanku, Bukit Gombak, Minggu (18/10/2026).

Adapun tiga langkah seimbang yang diambil Bupati dengan berprinsip ekonomi tetap jalan dengan protokol asap.
Pemkab tidak hanya memberi izin, pos pemeriksaan kesehatan juga disiapkan, dan pembatasan jam pacu hanya pada ISPU masih moderat. Hasilnya, perputaran uang tetap tinggi, lapak UMKM di sekitar gelanggang ludes diserbu puluhan ribu penonton.
Bagi Tanah Datar, pacu kuda bukan sekadar tontonan. Ini warisan Dang Tuanku. Jika dua kali setahun saja ditiadakan karena asap, tradisi ini bisa hilang. Karena itu, Bupati menggandeng ninik mamak tiga nagari dan pemuda untuk tetap menjaga tradisi dengan penyesuaian, bukan pembatalan.

Bupati Eka Putra menyadari, asap membuat ekonomi lesu. Solusinya bukan berdiam diri, tapi menciptakan keramaian yang aman. Tidak tanggung-tanggung setelah pacu kuda, ia sudah menjadwalkan Road Race 1 November dan menjadikan Tanah Datar tuan rumah Cabor Tinju dan Voli Porprov Sumbar, plus Wakaf Seribu Al-Qur’an di Istano Basa Pagaruyung.
“Perputaran uang di sini cukup tinggi. Kami ingin di tengah musibah asap pun, ekonomi masyarakat tetap bergerak, budaya tetap lestari,” tegasnya didampingi Wakapolres dan Sekda Abdurrahman Hadi.
Ia pun mengajak masyarakat kembali pada hari kedua, Senin (19/10), yang akan menampilkan kelas derby dengan hadiah Rp35 juta untuk tujuh kuda terbaik Sumbar.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bank Nagari dan Semen Padang sebagai sponsor yang berani mengambil risiko mendukung ekonomi rakyat di masa sulit.
Di tengah kabut asap, Pacu Kuda Batusangkar membuktikan: ekonomi dan budaya bisa tetap bernapas, asal kebijakan diambil dengan nyali dan melibatkan semua pihak dan tentunya dengan perhitungan yang matang.
(Rizal, Prokopim Tanah Datar)










