MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BUKIK LIMBUKU, HARAU (SUMBAR) — Bukan sekadar menanam pohon. Ini tentang Kapolres yang turun langsung, memegang cangkul, dan menanam harapan di tanah Bukik Limbuku.

Jumat (6/11/2026), pukul 10.00 WIB, lahan masyarakat Nagari Bukik Limbuku, Jorong Pintu Koto, Kecamatan Harau, mendadak hidup. Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H. hadir langsung, memimpin Green Policing sekaligus menggerakkan penghijauan dan pengembangan perkebunan rakyat.
Sejak awal, gaya kepemimpinan AKBP Syaiful Wachid terasa berbeda. Bukan hanya memberi perintah dari belakang meja, tetapi hadir, menyapa, dan bekerja bersama masyarakat.
Ia disambut Wali Nagari Bukik Limbuku Dodi, perangkat nagari, kelompok tani, dan masyarakat. Turut mendampingi jajaran Pejabat Utama Polres 50 Kota, Kapolsek Harau, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan diawali ramah-tamah untuk mempererat silaturahmi dan sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Setelah itu, Kapolres memimpin langsung penanaman simbolis, lalu dilanjutkan penanaman bersama.
Sebanyak 20 batang kelapa, 20 batang kakao, dan 10 batang alpokat ditanam Kapolres bersama peserta. Pada kesempatan itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan juga menyerahkan secara simbolis bantuan bibit kakao dan kelapa kepada Wali Nagari dan kelompok tani penerima.
Di hadapan masyarakat, AKBP Syaiful Wachid menegaskan dengan lantang, bencana ekologis bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau institusi tertentu,” tegasnya.
Bagi Kapolres, Green Policing bukan sekadar menanam lalu meninggalkan. Program prioritas Polri ini untuk menumbuhkan kesadaran ekologis, mengajak semua elemen menjaga alam, mencegah kerusakan lingkungan, dan merawat tanaman agar bermanfaat bagi generasi mendatang. Program ini juga merupakan implementasi Commander Wish Kapolda Sumatera Barat, Polri hadir melalui kegiatan nyata, humanis, dan bermanfaat.
Yang paling menarik, di tengah kegiatan itu Kapolres langsung berkomunikasi melalui telepon dengan Direktur Perkebunan Kementerian Pertanian, Roni Angkat. Keduanya membahas sinkronisasi Green Policing dengan pengembangan kawasan dan hilirisasi perkebunan. Kapolres menyatakan dukungan penuh terhadap hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan petani.
Dukungan itu bukan tanpa alasan. Kabupaten Lima Puluh Kota telah memperoleh dukungan program pengembangan kawasan perkebunan dari Kementerian Pertanian, dengan alokasi lahan kakao seluas 2.000 hektare dan kelapa seluas 1.000 hektare. Pengembangan ini menjadi langkah strategis memperkuat sektor hulu, menjamin bahan baku, sekaligus mendukung hilirisasi melalui program Centra of Agro.
Melalui sinergi Polri, Pemerintah Daerah, pemerintah nagari, kelompok tani, dan masyarakat, Green Policing diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana ekologis, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan produktif, pengembangan komoditas unggulan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Sebelum menutup kegiatan, Kapolres mengimbau masyarakat menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam, tidak merusak lingkungan, dan menjadikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tapi pesan yang ditinggalkan Kapolres jauh lebih besar: lingkungan yang dijaga hari ini, adalah keamanan dan kesejahteraan anak cucu esok hari.(Arif)










