MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BLORA (JAWA TENGAH) ~ Pemerintah Kabupaten Blora melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Dengan PT Agrinas Pangan Nusantara (PERSERO) di ruang rapat Setda, jumat (6/11/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Bupati Blora Sri Setyorini dengan Direktur Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Blasius Popylus dengan disaksikan Forkopimda, sekda, para asisten, OPD terkait, sejumlah camat dan rombongan dari Agrinas pangan nusantara.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Direktur Utama beserta seluruh jajaran PT Agrinas Pangan Nusantara yang telah berkenan hadir dan mempercayakan Kabupaten Blora sebagai mitra dalam pengembangan kawasan sentra produksi pangan.

“Kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Nomor 16 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional,” ucapnya.
Budhe Rini Sapaan akrabnya menuturkan, Kabupaten Blora memiliki potensi lahan dan sektor pertanian yang cukup besar. Melalui kerja sama ini, kita ingin mengoptimalkan potensi tersebut, termasuk pemanfaatan Barang Milik Daerah, untuk dikembangkan menjadi kawasan sentra produksi pangan yang produktif dan berkelanjutan.

Kepada PT Agrinas Pangan Nusantara, kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi petani Blora, melalui peningkatan produktivitas, perluasan akses pasar, penciptaan peluang usaha, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Kami ingin petani lokal terlibat aktif dan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan sentra produksi pangan ini.

“Saya minta OPD terkait memastikan keterlibatan dan kepentingan petani lokal menjadi prioritas, sehingga kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat Blora,” imbuhnya
Tak hanya itu, lanjut Budhe lewat kerja sama ini tidak sekadar menjadi penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Karena itu, saya minta OPD terkait segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, transparansi, dan akuntabilitas.
“Mari kita bangun sinergi dan komitmen bersama untuk menjadikan Kabupaten Blora sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Brigjend TNI Blasius Popylus dalam sambutanya menjelaskan, PT Agrinas Pangan Nusantara merupakan perusahaan yang dibentuk atas arahan Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu bentuk transformasi dan penguatan sektor pangan nasional.
“Kehadiran PT Agrinas diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” ucapnya.
Menurutnya, PT Agrinas memiliki fungsi utama dalam pengembangan sektor pangan serta bidang engineering atau rekayasa teknologi. Oleh karena itu, pembentukan perusahaan ini merupakan langkah strategis Presiden untuk memperkuat pengelolaan potensi sumber daya nasional, khususnya di bidang pertanian, pangan, dan infrastruktur pendukungnya.
Menurutnya, kehadiran Agrinas ini tak lain ikut serta dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendorong percepatan swasembada pangan.
“Presiden telah memberikan arahan agar seluruh potensi yang ada, baik sumber daya air, lahan pertanian, maupun sumber daya manusia, dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat terwujudnya kemandirian pangan Indonesia sehingga tidak terus bergantung pada pasokan dari luar negeri,” terangnya.
Selain melalui penguatan sektor pangan, keterlibatan PT Agrinas juga diarahkan pada pengembangan sektor pertanian secara menyeluruh.
“Kami memiliki tujuan besar untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara agraris. Potensi lahan, sumber daya air, serta kekayaan alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya para petani,” tuturnya.
Brigjend TNI Blasius Popylus menjelaskan untuk wilayah Pulau Jawa, salah satu konsep pengembangan kawasan strategis pangan akan diawali di Kabupaten Blora. Selanjutnya, pengembangan juga direncanakan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Nganjuk, serta wilayah selatan di Kabupaten Cilacap.
“Pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada potensi dan kesiapan kawasan dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” terangnya.
Khusus di Kabupaten Blora,lanjutnya, nantinya akan didorong dalam optimalisasi kawasan pertanian agar mampu menjadi sentra produksi yang produktif.
“Hasil produksi tersebut nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Selanjutnya, melalui pengembangan agrobisnis dan hilirisasi, hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah ekonomi,” jelasnya.
“Kami ingin menempatkan petani sebagai subjek utama dalam program ini, bukan sekadar sebagai objek pembangunan,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Brigjend TNI Blasius Popylus menyampaikan apresiasi dan rasa bangga melihat kekompakan serta sinergi Pemerintah Kabupaten Blora bersama seluruh unsur terkait.
Kami berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga rencana pengembangan kawasan pangan di Kabupaten Blora dapat berjalan dengan baik.
“Kami meyakini bahwa melalui kerja sama, komitmen, dan dukungan seluruh pihak, Blora dapat menjadi salah satu kawasan strategis dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” pungkasnya.
Usai penandatanganan kesepakatan bersama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, dilakukan penukaran cinderamata dan dilanjutkan foto bersama.
( Hamam Kaboro Blora Jateng )










