MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BATUSANGKAR (SUMBAR) — Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. Di bawah komando langsung Kepala Dinas Pertanian, Sri Mulyani, SP, M.Si., tim dinas terkait langsung bergerak cepat turun ke lapangan tanpa menunda waktu.

Langkah taktis ini diambil guna melakukan pendataan dan verifikasi faktual atas dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sektor pertanian di sejumlah wilayah terdampak.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh tingginya curah hujan sejak Selasa (12/5) pukul 14.00 WIB hingga Rabu (13/5) pukul 04.00 WIB tersebut, telah menggenang dan merusak lahan serta sarana prasarana pertanian di enam kecamatan, yaitu Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung. Kondisi ini pun mendatangkan kerugian besar bagi para petani setempat.

Merespons situasi darurat tersebut, Sri Mulyani memimpin timnya menyisir langsung lokasi-lokasi kritis. Mereka memeriksa kondisi riil di lapangan, mulai dari sawah yang terendam lumpur, lahan pertanian yang rusak total, hingga hewan ternak milik warga yang terdampak.
“Pendataan kami lakukan secara detail, cepat, dan akurat. Kami ingin memastikan kondisi riil di lapangan tercatat dengan baik agar bantuan yang nantinya disalurkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Sri Mulyani saat memberikan keterangan pada Minggu (17/5).
Kehadiran aktif jajaran Dinas Pertanian di tengah masa tanggap darurat ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk selalu hadir bagi warga. Melalui validasi data lapangan yang cepat, pemerintah daerah dapat segera menyusun skema bantuan dan mempercepat pemulihan sektor pertanian demi membangkitkan kembali perekonomian para petani yang terdampak.(Rizal)









