MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PANDAI SIKEK, TANAH DATAR (SUMBAR) – Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Tanah Datar. Kali ini, bencana melanda kawasan Tabiang, Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, pada Minggu kemarin. Akibatnya, sebanyak 34 kepala keluarga (KK) terdampak, sejumlah rumah dan lahan pertanian terendam.

Mendengar kabar duka itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra,S.E.,M.M. tidak tinggal diam. Dengan penuh empati, ia langsung turun ke lokasi bencana, Selasa (3/11/2026), didampingi sejumlah pimpinan OPD, pimpinan Baznas, Kepala Bank Nagari dan Bank Nagari Syari’ah Batusangkar, dan Camat X Koto.
Kedatangan Bupati Eka Putra bukan sekadar kunjungan formal, tapi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah penderitaan warganya. Ia menyapa satu per satu korban, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memastikan tidak ada warga yang kelaparan dan tidak tertangani.

“Prioritas pertama tentu bagaimana mengamankan jiwa masyarakat yang terdampak banjir. Alhamdulillah, langkah tersebut sudah kita lakukan. Kebutuhan pangan juga telah disiapkan, termasuk pendirian posko dan dapur umum di sekitar lokasi banjir,” ujar Eka Putra dengan nada penuh kepedulian.
Selain penanganan warga, Bupati yang dikenal dekat dengan rakyatnya itu juga langsung memerintahkan penanganan terhadap aliran sungai kecil atau bandar yang meluap. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia memerintahkan dinas terkait menurunkan alat berat hari ini juga untuk normalisasi dan memperlebar aliran sungai.
“Kita sudah memerintahkan dinas terkait untuk menurunkan alat berat hari ini juga. Kita juga menyiapkan segala sesuatunya untuk memperlebar dan menormalisasi aliran sungai kecil yang mengakibatkan banjir besar hingga meluas ke rumah-rumah penduduk,” jelasnya.
Eka Putra menyebutkan, 34 KK terdampak untuk sementara ditempatkan di Surau Gadang yang tidak jauh dari lokasi. Pemerintah juga telah menyiapkan Balai Adat sebagai tempat pengungsian alternatif apabila intensitas hujan meningkat, berjarak sekitar 100 meter dari lokasi saat ini.
“Untuk sementara kita tempatkan masyarakat di sini terlebih dahulu. Namun, apabila intensitas hujan cukup tinggi, kita akan memindahkan mereka ke Balai Adat,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, pemerintah juga telah mendirikan dapur umum, menyediakan pelayanan kesehatan berkala, dan memastikan bantuan logistik masih mencukupi, termasuk bantuan Dinas Sosial sejak malam pertama kejadian.
Di sisi lain, Bupati Eka Putra juga mewaspadai potensi banjir susulan dari hulu Gunung Singgalang di wilayah Kabupaten Agam. Pemantauan drone telah dilakukan dua kali, namun belum maksimal karena puncak gunung masih tertutup kabut tebal.
Untuk itu, ia memerintahkan BPBD bersama Satgas Nagari melakukan ekspedisi ke kawasan hulu guna mengantisipasi longsor susulan.
“Kita perlu memastikan tidak ada longsor susulan di kaki Gunung Singgalang yang berpotensi mengakibatkan aliran air lebih besar turun ke bawah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, banjir yang melanda Pandai Sikek merupakan banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Agam.
Sementara itu, pendataan kerugian masih dilakukan, meliputi lahan pertanian, persawahan, dan rumah penduduk.
Di akhir kunjungannya, Bupati Eka Putra mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai, khususnya di kawasan Gunung Singgalang, Gunung Marapi, dan Gunung Sago, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika kondisi membahayakan.
“Mari kita doakan bersama agar masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga banjir segera berakhir dan pemerintah daerah dapat melakukan penanganan secepat mungkin,” tutupnya dengan penuh empati.
Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap Widiawan, Dt. Bandaro, menyampaikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi hingga saat ini masih terpenuhi dan berharap cuaca segera membaik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
(Rizal,Prokopim Tanah Datar)










