Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
News

Di Duga alami gangguan jiwa seorang anak Bacok ibu kandung

×

Di Duga alami gangguan jiwa seorang anak Bacok ibu kandung

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | Pringsewu / Lampung – Sumarni (64), tahun seorang ibu, harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban pembacokan oleh anak kandungnya sendiri di Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (5/6/2024) sekitar pukul 17:30 WIB, menjelang waktu Magrib.

Sumarni mengalami luka serius di kepala bagian belakang sebelah kiri, robek pada telinga kiri, dan luka di lengan atas sebelah kiri akibat tebasan golok yang dilakukan oleh anaknya. Setelah kejadian, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Az Zahra Kalirejo, Lampung Tengah, untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut saksi mata, Dakir (50) tahun, peristiwa tersebut terjadi ketika Winarno (40) tahun, anak kandung Sumarni, menyerang ibunya dengan golok. “Saat ini, ibunya dilarikan ke Rumah Sakit Kalirejo karena mengalami luka-luka yang cukup parah,” ucap Dakir.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa sebilah golok dan sebilah pisau yang digunakan pelaku. Dugaan sementara, Winarno merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mencoba membunuh ibunya.

Setelah melakukan pembacokan terhadap ibunya, Winarno berusaha bunuh diri dengan menyayat lehernya sendiri menggunakan golok yang sama. Akibatnya, ia mengalami luka di bagian dagu dan leher depan. Winarno segera dibawa oleh warga dan pihak kepolisian ke Puskesmas Sukoharjo, Pringsewu, untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepolisian Pringsewu terus menyelidiki kasus ini untuk mengetahui motif di balik tindakan brutal yang dilakukan oleh Winarno. Kepala Kepolisian Pringsewu, AKBP Zulkarnain, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan latar belakang dan kondisi mental pelaku. “Kami akan terus menyelidiki kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan perawatan medis yang diperlukan, serta memeriksa kondisi mentalnya,” ujar AKBP Zulkarnain.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan dan kecemasan di kalangan warga Pekon Waringinsari Timur. Mereka berharap pihak berwenang dapat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan mental, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Saat ini, Sumarni masih dalam perawatan intensif di rumah sakit, sementara Winarno juga mendapatkan penanganan medis di Puskesmas. Polisi terus mengumpulkan informasi dan bukti untuk menyusun kronologi kejadian dengan lebih detail. “Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika ada tanda-tanda gangguan jiwa pada anggota keluarga mereka, agar dapat segera ditangani,” tambah AKBP Zulkarnain.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya perhatian dan dukungan bagi orang-orang dengan gangguan mental, serta perlunya tindakan preventif untuk mencegah kekerasan dalam keluarga.

(yulian said)*

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan