MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | TANAH DATAR (SUMBAR) – Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar, Anton Yondra, S.E., M.M., mengambil kendali penuh dalam mengawal arah kebijakan anggaran daerah dengan memimpin langsung Rapat Paripurna krusial hari ini, Senin, 7 September 2026. Di bawah kepemimpinannya, rapat paripurna yang terbuka untuk umum ini mengagendakan Penyampaian Pengantar Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Perubahan Kabupaten Tanah Datar Tahun Anggaran 2026.

Sejak awal sidang, ketegasan Antonx Yondra terlihat saat memastikan jalannya roda legislasi berjalan konstitusional. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota dewan yang hadir telah menandatangani daftar hadir dan resmi memenuhi syarat kuorum, merujuk pada Pasal 130 Ayat 1 Huruf C Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Tertib DPRD Kabupaten Tanah Datar.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Datar hari ini resmi kami buka,” ujar Anton Yondra sembari mengetukkan palu sidang sebanyak tiga kali dengan mantap.
Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Anton Yondra memaparkan bahwa pembahasa Ranperda APBD Perubahan 2026 ini merupakan langkah strategis lanjutan yang sangat penting. Dokumen ini bergerak berdasarkan nota kesepakatan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah dirampungkan bersama Pemerintah Daerah pada 28 Agustus 2026 lalu.

Sidang ini menjadi tonggak awal pembicaraan tingkat pertama sesi I sebelum dokumen anggaran tersebut dibedah secara rinci untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Usai menerima dokumen RAPBD Perubahan dari Bupati, Anton Yondra menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta pimpinan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Batusangkar atas sinergi yang terus terjaga.
Dalam penyampaiannya, Bupati Eka Putra memaparkan empat poin utama. Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik menjadi 5,54% dan pengangguran turun menjadi 5,07%. Pendapatan daerah naik 9,87% menjadi Rp1,26 triliun, belanja naik 19% menjadi Rp1,37 triliun. Kebijakan fiskal difokuskan pada rehabilitasi pascabencana, pemulihan layanan dasar, dan perbaikan infrastruktur.
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat ini ditutup secara resmi oleh Anton Yondra dengan ucapan hamdalah setelah seluruh agenda besar daerah sukses dituntaskan. (Rizal, Sijelin DPRD Tanah Datar).










