MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | PADANG (SUMBAR) — Acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Mekanisme Pemulihan dan Resiliensi Anak Korban Jaringan Kekerasan Ekstrem di Sumatera Barat” resmi digelar di Hotel Santika Premiere Padang, Kota Padang, Sumatera Barat pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan penting ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Dalam forum lintas sektor tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., hadir membawa semangat tindakan preventif dan presisi sebagai pilar utama Polri dalam mengendus dan memotong rantai radikalisme yang mengincar generasi muda. Kapolda menegaskan bahwa penanganan ancaman ekstremisme berbasis kekerasan terhadap anak tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum di hilir. Sebaliknya, Polri berkomitmen mengedepankan deteksi dini yang presisi serta mitigasi berbasis perlindungan anak.

“Upaya pencegahan (preventif) membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga lingkungan keluarga dan ruang digital,” tegas Irjen Pol. Djati Wiyoto. Beliau menambahkan bahwa setiap informasi mengenai perubahan perilaku anak harus direspons lewat mekanisme penanganan yang terukur, hati-hati, dan bebas dari stigma buruk.

Melalui pendekatan presisi ini, Kapolda Sumbar memastikan aparat kepolisian akan bekerja terintegrasi dengan instansi perlindungan anak, Densus 88 Antiteror, Kesbangpol, serta dinas terkait lainnya. Tujuannya jelas: memastikan anak-anak korban jaringan kekerasan ekstrem di Sumatera Barat mendapatkan hak pemulihan, rehabilitasi psikologis, serta ruang aman untuk kembali merajut masa depan mereka.(Rizal, Humas Polda Sumbar).










