​MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | MANADO (SULUT) – Langkah besar dalam penguatan kedaulatan maritim Indonesia kembali tercatat di Bumi Nyiur Melambai.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, S.E., secara resmi meresmikan Kantor Zona Tengah Bakamla RI yang berlokasi di Manado, Kamis (23/4/2026).

​Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah dan instansi keamanan laut, di antaranya Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundayang, Bupati Minahasa Selatan, Dansatrol Lantamal VIII Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits Manselar, S.E., M.Tr.Hanla., CRMP, serta Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H.

​Investasi Strategis di Jantung Maritim Indonesia
​Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M. Tr.Opsla., CHRMP, menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari peresmian tiga zona secara serentak di Indonesia.
​”Ini adalah langkah strategis memperkuat kehadiran negara di laut. Sulawesi Utara memiliki posisi vital sebagai penghubung wilayah barat dan timur, sehingga keberadaan Zona Tengah memastikan pengawasan dan respons menjadi lebih cepat serta terintegrasi,” ujar Laksma Bakamla Teguh Prasetya.

​Keunggulan Fasilitas: Menuju Digitalisasi Keamanan Laut
​Zona Tengah Bakamla RI berdiri di atas lahan seluas 70.000 meter persegi. Markas komando ini dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk Puskodal (Pusat Komando dan Pengendalian).
​National Maritime Security System (NMSS): Ke depan, Puskodal akan didukung sistem NMSS untuk integrasi data pengawasan maritim dan deteksi dini ancaman.
​Perluasan Jangkauan: Sistem NMSS ini juga akan dibangun di beberapa titik strategis di Sulawesi Utara, termasuk di wilayah Minahasa Selatan.
​Dalam sesi tanya jawab dengan media, Laksma Bakamla Teguh Prasetya mengklarifikasi beberapa isu krusial mengenai peran Bakamla di masa depan:
- Apa urgensi peresmian tiga zona ini secara bersamaa?
Jawaban:
Peresmian ini merupakan langkah strategis memperkuat kehadiran negara di laut Indonesia.
Khusus Zona Tengah di Sulawesi Utara, posisinya penting sebagai penghubung wilayah
barat dan timur sehingga pengawasan dan respons menjadi lebih cepat serta terintegrasi. - Apa keunggulan fasilitas di Zona Bakamla Tengah?
Jawaban:
Zona Tengah dibangun di atas lahan sekitar 70 ribu meter persegi dengan fasilitas Mako dan
Puskodal. Ke depan, Puskodal akan didukung sistem National Maritime Security System
(NMSS) untuk integrasi data pengawasan maritim, deteksi dini ancaman, dan pemantauan
kapal. NMSS juga akan dibangun di beberapa wilayah Sulawesi Utara, termasuk Minahasa
Selatan. - Masih ada anggapan tumpang tindih kewenangan di laut. Bagaimana posisi
Bakamla RI?
Jawaban:
Kami melihatnya sebagai ruang sinergi. Bakamla RI berperan sebagai koordinator patroli
keamanan dan keselamatan laut agar kerja sama antar instansi lebih efektif, terarah, dan
terpadu. - Apakah pembangunan ini menelan anggaran besar? Bagaimana akuntabilitasnya?
Jawaban:
Pembangunan ini adalah investasi strategis jangka panjang untuk keamanan laut. Seluruh
proses dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku dengan prinsip transparansi dan
akuntabilitas. - Apakah Bakamla RI akan menjadi coast guard penuh seperti di negara lain?
Jawaban:
Arah kebijakan ke sana sudah jelas. Bakamla RI terus bertransformasi menjadi coast guard
yang modern dan profesional secara bertahap dengan dukungan regulasi. - Bagaimana pengawasan wilayah tengah yang luas dengan keterbatasan sumberdaya?
Jawaban:
Melalui kombinasi kehadiran Zona Tengah, dukungan teknologi NMSS, dan sinergi lintas
instansi. Dengan begitu, pengawasan wilayah luas dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. - Apakah ada target konkret setelah peresmian ini?
Jawaban:
Targetnya adalah peningkatan response time, efektivitas patroli, optimalisasi pemantauan
wilayah melalui NMSS, serta penguatan koordinasi lintas instansi demi keamanan laut
nasional.
Target konkret yang dibidik setelah operasional penuh kantor ini adalah peningkatan response time (waktu tanggap) terhadap kejadian di laut, efektivitas patroli, serta optimalisasi pemantauan wilayah melalui dukungan teknologi digital.
​Gubernur Yulius Selvanus Komaling dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran fasilitas ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi keamanan masyarakat nelayan dan stabilitas ekonomi maritim di Sulawesi Utara. Peresmian ditutup dengan peninjauan fasilitas gedung dan Puskodal oleh jajaran Forkopimda yang hadir.
( Dave Quison Adante – Red )









