Scroll untuk baca artikel
Example 250
Example 728x250
BeritaDaerahNewsPOLRISulawesi Utara

Tawuran Pecah di Sekitar SMKN 2 Bitung: Dua Remaja Terluka Kena Panah Wayer

×

Tawuran Pecah di Sekitar SMKN 2 Bitung: Dua Remaja Terluka Kena Panah Wayer

Sebarkan artikel ini

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | BITUNG (SULAWESI UTARA) ~ Aksi kekerasan jalanan kembali meresahkan warga Kota Bitung. Sebuah bentrokan antarkelompok remaja terjadi di sekitar kawasan SMK Negeri 2 Bitung pada Senin, 20 April 2026. Meski berlangsung singkat, insiden ini mengakibatkan dua orang remaja harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius.

​Kronologi dan Korban

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi saling serang tersebut melibatkan kelompok remaja yang menggunakan batu dan senjata tajam modifikasi. Situasi sempat mencekam saat kedua kubu mulai melepaskan busur panah wayer ke arah lawan.
​Akibat kejadian ini, dua orang remaja dilaporkan menjadi korban:

​Satu korban terkena lesatan panah wayer.

​Satu korban lainnya mengalami luka akibat hantaman benda tumpul/lemparan batu.

​Keduanya berasal dari kelompok yang berbeda dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif oleh tim medis.

​Respon Cepat Kepolisian

​Aparat kepolisian dari Polsek Maesa di bawah naungan Polres Bitung langsung bergerak cepat menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan warga. Dalam waktu singkat, tim gabungan berhasil meredam situasi dan melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
​Hasilnya, polisi berhasil mengamankan:

​Puluhan terduga pelaku (didominasi usia remaja).

​Barang bukti berupa sejumlah anak panah wayer, pelontar (ketapel), serta tumpukan batu.

​Ketegasan Kapolres Bitung

​Dalam konferensi pers yang digelar, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku.

​”Kami tidak akan mentolerir aksi tawuran yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan nyawa warga, khususnya di lingkungan pendidikan. Kami akan meningkatkan patroli intensif dan razia senjata tajam secara rutin di titik-titik rawan,” tegas AKBP Albert Zai.

​Harapan Warga dan Imbauan Kamtibmas

​Warga di sekitar SMK Negeri 2 Bitung mengaku khawatir dengan tren kekerasan yang menggunakan senjata mematikan seperti panah wayer. Mereka berharap adanya tindakan preventif yang lebih kuat, baik dari sisi hukum maupun pendekatan persuasif kepada para pelajar.
​Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif di balik bentrokan tersebut melalui pemeriksaan saksi-saksi. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi para orang tua dan pihak sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak remaja guna memutus rantai kekerasan di kalangan pelajar.

( Dave Uison Adante Kaperwil Sulut )

MABESMEDIAINVESTIGASI
Author: MABESMEDIAINVESTIGASI

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID dalam menjalankan tugas, wajib memiliki Tanda Pengenal (Kartu Pers) yang masih aktif, Surat Tugas dan namanya tercantum dalam Box Redaksi. Laporkan segera bila ada tindakan melanggar Hukum dan Kode Etik Jurnalistik, yang mengatasnamakan MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID.

Example 300250

Tinggalkan Balasan